Suarapena.com, BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, untuk aktif menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah maupun wakil rakyat. Namun, kritik tersebut diharapkan disampaikan secara konstruktif serta didukung oleh riset dan data yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri kegiatan sharing session bertajuk “Peran Gen Z dalam Memberikan Saran dan Kritik kepada Wakil Rakyat” di kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu (14/3/2025).
Farhan mengatakan, mahasiswa dan generasi muda memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan. Menurut dia, kritik dari masyarakat, khususnya kalangan akademisi, dapat menjadi masukan yang berharga bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan.
“Mahasiswa harus melakukan riset. Manfaatkan teknologi yang ada sekarang. Hasil riset itu kemudian dijadikan bahan untuk memberikan kritik kepada pemerintah,” kata Farhan.
Ia menilai pemerintah tidak boleh berjalan tanpa pengawasan publik. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam memberikan kritik dan masukan dinilai penting untuk menjaga kualitas kebijakan publik.
“Pemerintah jangan dibiarkan asyik sendiri. Kami ini harus dikritik. Kadang memang tidak enak dikritik, tetapi itu perlu agar pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari satu sudut pandang saja,” ujarnya.
Farhan menambahkan, kampus dan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok yang mampu menghadirkan kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan riset yang kuat, kritik yang disampaikan tidak hanya menjadi bentuk protes, tetapi juga dapat menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.
Ia mencontohkan sejumlah kebijakan yang akhirnya diperbaiki setelah mendapat masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
“Ketika ada kritik, kita harus berpikir ulang dan mencari jalan keluar yang lebih baik. Dari situ justru sering muncul solusi baru,” kata Farhan.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, menilai kegiatan dialog seperti ini penting untuk membuka ruang komunikasi antara generasi muda dan para pembuat kebijakan.
Menurut dia, generasi muda perlu aktif menyampaikan gagasan dan pandangan terkait berbagai persoalan pembangunan di daerah.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi teman-teman muda untuk berbagi ide dan gagasan. Kita berharap generasi muda bisa berkontribusi dalam pembangunan, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga menyebut sejumlah program pembangunan di Jawa Barat saat ini memprioritaskan sektor infrastruktur dan pendidikan, termasuk rencana pembangunan puluhan SMA dan SMK baru di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Muhammad Akmal Arfat, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membuka ruang dialog antara pelajar, mahasiswa, dan wakil rakyat.
“Kami ingin membuka ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para wakil rakyat. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga berani menyampaikan gagasan dan aspirasi,” kata Akmal. (sp/ray)










