Scroll untuk baca artikel
Suara Jabar

Generasi Z dan Milenial Berperan Aktif dalam Pemilih hingga Penyelenggara Pemilu 2024

×

Generasi Z dan Milenial Berperan Aktif dalam Pemilih hingga Penyelenggara Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
gen-z dan milenial dalam pelaksanaan pemilu di bandung

Suarapena.com, BANDUNG – Dalam Pemilu serentak 2024, generasi Z dan Milenial di Kota Bandung tidak hanya berpartisipasi sebagai pemilih, tetapi juga berperan penting dalam penyelenggaraan pemilu. Mereka terlibat dalam berbagai kapasitas, mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Andre Abdul Rozak, seorang milenial berusia 26 tahun, adalah salah satu contoh yang aktif sebagai anggota PPK di Kecamatan Bandung Wetan. Pengalamannya dalam penyelenggaraan pemilu dimulai pada tahun 2019, saat ia menjadi bagian dari sekretariat PPS Kelurahan. Menurutnya, berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu adalah pengalaman berharga yang juga berkontribusi pada keberhasilan pemilu.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Firman Wardiansyah, anggota PPS Kelurahan Tamansari, berpendapat bahwa generasi muda harus aktif dalam semua aspek kehidupan, termasuk menjadi bagian dari penyelenggara pemilu. Menurutnya, ini adalah cara bagi generasi muda untuk menjadi aktif dan peka terhadap masalah yang ada di masyarakat.

“Ini sarana untuk bagaimana anak muda dapat aktif dan peka terhadap apa yang menjadi sebuah persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujar pria kelahiran tahun 1999 ini.

Berita Terkait:  Pengamat: Program Capres 2024 Belum Tepat Sasaran untuk Kesejahteraan Rakyat

Diana Yuliani, seorang Gen Z berusia 20 tahun, juga berperan sebagai petugas KPPS. Ia merasa tertarik untuk berkontribusi bagi masyarakat dan negara. Sebelumnya, ia telah menjadi Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

Komisioner dan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata, mengungkapkan bahwa KPU mendorong partisipasi Gen Z dan Milenial dalam penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, antusiasme generasi Z sangat tinggi, dan mereka mendaftar sendiri untuk berpartisipasi dalam pemilu, bukan atas rekomendasi RT dan RW.

Berita Terkait:  Sebanyak 2.813 APK Ditertibkan Satpol PP Kota Bandung karena Melanggar Aturan

“KPU mengimbau dari 7 orang anggota KPPS sebanyak 3-4 orang merupakan anak muda generasi milenial dan generasi Z,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa antusiasme pemilih pemula di Kota Bandung cukup tinggi, dengan banyaknya permintaan sosialisasi pemilu dari sekolah dan organisasi kepemudaan. Dia mengajak generasi Z dan milenial untuk menggunakan hak suaranya dan membuat pilihan yang cerdas, karena mereka pasti memiliki harapan untuk masa depan Indonesia lima tahun ke depan. (rob/sng)