Dari buku tersebut kita bisa tahu tentang sosok Adinegoro. Bahwa hanya ada dua hal pokok yang beliau kerjakan dari waktu ke waktu. Adalah membaca dan menulis. Membaca telah membuat Adinegoro kaya dalam kata, logika, dan pengetahuan. Menulis telah membuat Adinegoro lebih bermanfaat karena telah berbagi kepada sesama.
Dan saya kira, kita semua, anggota IWO di mana pun berada, bisa mewariskan pengalaman kita sebagai wartawan ke dalam karya buku. Bagi saya, menulis berita hanya untuk memperpanjang asap dapur kita. Tapi menulis buku, adalah upaya kita untuk memperpanjang kenangan orang atas prestasi kita, bahkan hingga kelak kita telah tiada.
Wassalam
Sawahlunto, 8 Februari 2018










