Mendengar cerita dari keluarga Adinegoro di Sawahlunto, tahulah saya kini, betapa tokoh pers kita itu adalah gudang ilmu yang selalu ditimba oleh saudara sepupunya yang namanya lebih dikenal secara nasional. Ya, saban tiga hari sekali, sang sepupu yang kita kebal sebagai Prof. Mohamad Yamin SH itu datang menyerap ilmu kepada Adinegoro yang kutu buku dan banyak pengalaman. Konon, keterangan-keterangan pers sampai pidato-pidato Yamin, sebagian adalah hasil diskusi dengan Adinegoro.
Begitulah, betapa “kaya” Adinegoro sebagai seorang wartawan, sebab dia melengkapi dirinya dengan pengetahuan yang didapat dari membaca.
Salah satu warisan Adinegoro untuk dunia pers kita adalah buku berjudul “Melawat ke Barat”, sebuah memoar perjalanan saat beliau menuntut ilmu jurnalistik ke Jerman.










