Scroll untuk baca artikel
Suara Jateng

Inflasi dan Serapan Anggaran Disorot Mendagri, Ganjar Ambil Langkah Penanganan

×

Inflasi dan Serapan Anggaran Disorot Mendagri, Ganjar Ambil Langkah Penanganan

Sebarkan artikel ini
Potret Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) saat mengikuti Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah bersama Mendagri Tito Karnavian yang digelar secara virtual pada Senin (28/11/2022). (Dok Humas Jateng)
Potret Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) saat mengikuti Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah bersama Mendagri Tito Karnavian yang digelar secara virtual pada Senin (28/11/2022). (Dok Humas Jateng)

Suarapena.com, SEMARANG – Inflasi dan serapan anggaran menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah, yang digelar virtual pada Senin (28/11/2022).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengikuti rapat tersebut langsung mengirim dua instruksi ke 35 kabupaten/kota.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Ganjar menjelaskan, dalam rakor yang rutin digelar tiap senin ini, Mendagri menyoroti penanganan inflasi dan serapan anggaran di beberapa daerah yang masih rendah.

Terkait inflasi, dia mengatakan ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di Jawa Tengah. Antara lain telur, beras, dan sejumlah volatile food lain.

“Beberapa komoditas khususnya volatile food ini yang menjadi perhatian. Tadi ada telur, beras, yang mulai merangkak ya. Telur terutama yang merangkak naik. Terus beras yang premium tidak, tapi yang medium juga merangkak naik tinggi,” ujar Ganjar.

Untuk beras, Ganjar menyinggung soal kebijakan impor yang menurutnya kebijakan ini perlu dipertimbangkan lagi.

Berita Terkait:  Pj Gubernur Jateng Serahkan DIPA dan TKD 2024 Senilai Rp111 Triliun

Dia menyebut Kementerian Perdagangan dan Badan Pertahanan Pangan harus duduk bersama.

Perhitungan pun bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi dan stok di tingkat petani. Apalagi saat ini belum masa panen.

Jika ada stok gabah atau beras di tingkat petani, maka Mendag mengarahkan Bulog untuk bisa membeli dengan harga yang tinggi.

Dengan begitu, maka ini akan menjadi model kerja sama yang baik dan bisa dilakukan antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

Terlepas dari itu, Ganjar telah menginstruksikan daerah untuk mengambil langkah penanganan inflasi.

“Saya sudah briefing, lakukan operasi pasar kalau memang kurang. Pastikan stok itu tercukupi, pastikan transportasinya bisa membantu, dan kalau itu terjadi, maka kita akan bergerak bersama dan ini tidak mudah karena sebentar lagi Nataru, trennya akan naik,” ungkapnya.

Ganjar juga menuturkan daerah yang menjadi perhatian adalah Kota Surakarta. Dia menyebut penanganannya tidak bisa sendiri. Daerah penyangga harus turut berpartisipasi.

Berita Terkait:  Ada yang Gak Beres, Ganjar Keluhkan Hasil Pengerjaan Jalan Ini

“Umpama bahan kebutuhan itu disuplai dari Klaten, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, sehingga nanti stabilisasinya bisa dikontrol,” ucap Ganjar.

Sampai dengan Januari 2023 ditegaskan Ganjar, seluruh daerah harus turun ke lapangan untuk mengecek. Sehingga, bisa menemukan solusi dan langkah mengatasi inflasi tersebut.

“Cek terus di pasar dan kemudian memastikan suplainya ada, harganya bisa terjangkau, sehingga kalau ada sesuatu yang naik dan sifatnya drastis cepat dilakukan intervensi,” tegasnya.

Adapun soal serapan anggaran, Ganjar mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk segera menggenjot belanja daerahnya. Termasuk target pendapatan yang mesti dicapai.

“Ini mesti digenjot, ini sudah bulan November, masak kemudian serapannya masih kecil. Itu tadi yang didorong agar kita bisa melakukan percepatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, inflasi indonesia pada Oktober 2022 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,71 persen. Adapun di Jawa Tengah saat ini inflasinya 6,4 persen. (Sp/Pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca