Ia bercerita problematika ini pada Umar Ra dan Abu Bakar Ra. ternyata dua sahabat Handzollah ra itupun merasakan hal yang sama, hingga mereka mengadukan semua langsung pada Rasullah SAW.
Rasulullah berkata, bahwa memang baik hidup mencontoh beliau. Tapi tetap tidak bisa dilakukan frontal, tak bisa langsung dan tergesa gesa. “Setahap demi setahap” begitu nasehat Rasulullah.
Istiqomah jadi berat, karena kita membuatnya rumit, seperti menaiki anak tangga. Mengapa bercerita soal anak tangga ke 27, sementara kita baru sampai di anak tangga ke 2?. Yang lebih bahaya lagi, kenapa anda bercerita pada manusia? pamer amal tanpa sadar, padahal kita tahu amal amal kita saja belum tentu diridhoi dah diterima Allah.
Tak mungkin rasanya kita hijrah, lantas istiqomahnya jadi berat, kecuali karena kesombongan kita sendiri. Ada begitu banyak jaminan Allah untuk melindungi hamba hambanya yang diberi nikmat hidayah tuk berhijrah.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Al Baqoroh 286.










