Dan, saat kita sedang berusaha menghapus ke 20 maksiat perumpamaan tadi. Namun, kita mati dalam kondisi belum menghapus semua itu. ketahuilah Allah Maha Adil. Ia tak pernah buta untuk melihat isi hati kita. Tak pernah tuli untuk mendengar ringkih air mata kepasrahan kita.
Tak ada kapasitas saya memutuskan neraka surga. Seberapa jauh kebaikan perjalanan hijrah kita, keridhoan dan ampunan Allah tetaplah misteri. Jika kau hijrah, tetaplah merasa hina, merasa kotor.
Selama hayat masih dikandung badan, istiqomah hanya menugaskan kita untuk terus memperbaiki diri, ke titik lebih baik. lagi, lagi dan lagi.
Istiqomah bukan tujuan. Istiqomah adalah proses hijrah itu sendiri. Tak berat jika kau tak banyak bicara, tak berat jika kau tak banyak pamer. Cukup dirimu dan Allah saja yang tahu. Wallahu’alam. (*)










