Suarapena.com, BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) dan Inggris sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi di berbagai bidang, seperti penurunan emisi karbon, peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), pengembangan kawasan industri, dan investasi.
Kerja sama ini merupakan pengembangan dari hubungan yang telah terjalin sejak lama antara kedua belah pihak.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Jabar Iendra Sofyan usai menerima kunjungan Kepala Ekonom Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Luar Negeri Inggris (FCDO) Adnan Khan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/12/2023).
Adnan Khan mewakili Kedutaan Besar Inggris untuk menindaklanjuti kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan dan kerja sama yang telah dilakukan oleh pihak Inggris. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di Jawa Barat, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, pembangunan sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi daerah,” kata Iendra, Kamis (14/12/2023).
Iendra menjelaskan, beberapa kerja sama yang telah dilakukan antara lain adalah dengan The University of Nottingham terkait penurunan emisi karbon, dengan City of Glasgow College mengenai pelatihan kemaritiman pada 20 siswa SMK Kemaritiman dan pertukaran budaya berupa Pojok Sunda serta English for Ulama di London, dan dengan London School of Economics and Political Science (LSE) terkait kajian masterplan Patimban.
“Ada progres dengan Universitas Nottingham yang dibuat lebih detail berupa rencana kerja. Tindak lanjutnya pada bulan April (2024), pihak Nottingham akan datang ke sini membahas lebih implementatif,” ujar Iendra.
Selain itu, Iendra juga menyebutkan beberapa potensi kerja sama yang sedang digagas, seperti peningkatan kapasitas ASN berkolaborasi dengan King’s College London, penambahan sister province dengan East Midlands dan Greater Manchester, penguatan usaha BUMD Migas Utama Jabar (MUJ) mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta akselerasi pengembangan kawasan Rebana, Cekungan Bandung, dan Patimban.
“Jadi secara keseluruhan kerja sama digagas sejak lama dan terus berprogres bahkan juga ada rencana ke depan lebih besar lagi dengan British Embassy. Salah satunya adalah investasi di kawasan Rebana,” ungkap Iendra.
Iendra memastikan, Pemdaprov Jabar selalu terbuka dengan negara manapun dalam penjajakan kerja sama demi mengakselerasi pembangunan di Jawa Barat.
“Jabar merupakan provinsi yang terbuka dengan semua negara. Sesuai dengan Pembukaan UUD 1945. Mengapa dengan Inggris? Kita punya perjanjian sudah lama, yang kemudian terus dikembangkan,” terangnya.
Sementara itu, Adnan Khan mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Pemdaprov Jabar.
Ia mengatakan, Jabar dipilih sebagai mitra karena memiliki beragam potensi, seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil.
“Kami sangat senang datang ke sini (Bandung) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Satu dari sekian program adalah mengakselerasi mengenai perubahan iklim. Kita juga memberikan program ilmu untuk peningkatan kapasitas,” ungkapnya. (sp/pr)










