Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Jakarta

Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027, Simpang Volvo Bakal Ditutup

×

Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027, Simpang Volvo Bakal Ditutup

Sebarkan artikel ini
Pramono targetkan jalan sejajar rel Pasar Minggu rampung 2027.
Pramono targetkan jalan sejajar rel Pasar Minggu rampung 2027.

Suarapena.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan sejajar rel sepanjang 1,7 kilometer di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rampung pada 2027.

Jalan yang telah direncanakan sejak era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo itu ditargetkan mulai dibangun secara fisik setelah seluruh proses pembebasan lahan diselesaikan pada 2026.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, progres pembebasan lahan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau lokasi pembangunan di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

“Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,” kata Pramono.

Menurut Pramono, pembangunan jalan tersebut bukan proyek baru. Kajian pembangunan telah dilakukan sejak 2013–2014. Namun, proses pembebasan lahan yang dilakukan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167/2025, proyek tersebut membutuhkan 118 bidang tanah dengan luas total sekitar 13.890 meter persegi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 bidang telah dibebaskan. Sebanyak 59 bidang dibebaskan pada 2025, sedangkan enam bidang lainnya pada 2026.

Berita Terkait:  Warga TPU Kebon Nanas Direlokasi ke Rusun, Pramono Gratiskan Enam Bulan

Selain itu, terdapat delapan bidang yang sedang dalam proses alih status aset.

Dengan demikian, lahan yang telah tersedia mencapai 9.744 meter persegi atau sekitar 70 persen dari total kebutuhan.

“Masih ada 45 bidang milik warga yang dalam proses penyelesaian. Sebanyak 26 bidang sedang dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan. Sementara 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga,” ujar Pramono.

Pemprov DKI menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan tahun ini sehingga pembangunan fisik dapat langsung dikerjakan pada 2027.

“Kami mengharapkan penyelesaian pembebasan tanah bisa dilakukan di tahun 2026. Proses pembangunan fisik dilaksanakan pada 2027 dan selesai di tahun yang sama,” kata Pramono.

Jalan sejajar rel tersebut nantinya memiliki lebar antara 18 hingga 23 meter.

Ruas jalan itu akan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya, hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas Badan Intelijen Negara (BIN).

Pemprov DKI berharap keberadaan akses baru tersebut dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.

Namun, pembangunan jalan ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan kemacetan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, beroperasinya jalan baru tersebut akan diikuti dengan penutupan perlintasan sebidang di Simpang Volvo.

Berita Terkait:  Pelantikan Kepala Daerah Ditunda, Ini Kata Pramono Anung

“Setelah ini jalan jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan,” ujar Heru.

Dengan ditutupnya Simpang Volvo, pertemuan langsung antara kendaraan dan kereta api di lokasi tersebut tidak lagi terjadi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta Lutfi Zakaria mengatakan, penyelesaian 45 bidang tanah yang tersisa terus dikebut.

Menurut Lutfi, sebagian besar bidang yang masih dalam proses hanya membutuhkan kelengkapan dokumen administrasi.

Ia meminta warga segera menyerahkan dokumen yang diperlukan agar proses pengadaan tanah tidak kembali mengalami hambatan.

“Kami minta dukungan juga masyarakat untuk segera bisa mengumpulkan data-data atau berkas-berkas administrasi, sehingga nanti bisa diselesaikan proses pengadaannya lebih cepat,” kata Lutfi.

Lutfi berharap seluruh proses tersebut dapat diselesaikan pada akhir November atau awal Desember 2026.

“Mudah-mudahan awal Desember atau akhir November bisa terselesaikan,” ujarnya.

Jika target pembebasan lahan tercapai, Pemprov DKI akan melanjutkan pembangunan fisik pada 2027. Jalan baru tersebut diharapkan menjadi akses alternatif sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas dan menghilangkan perlintasan sebidang di Simpang Volvo. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca