Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Jalan Semarang–Godong Ditargetkan Bisa Dilalui H-7 Lebaran

×

Jalan Semarang–Godong Ditargetkan Bisa Dilalui H-7 Lebaran

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi targetkan jalan Semarang–Godong bisa dilalui H-7 Lebaran 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi targetkan jalan Semarang–Godong bisa dilalui H-7 Lebaran 2026.

Suarapena.com, GROBOGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan ruas jalan Semarang–Godong yang terputus akibat tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, rampung paling lambat H-7 Lebaran 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung progres perbaikan jalan tersebut pada Senin (2/3/2026). Ia memastikan pekerjaan dilakukan secara intensif agar jalur tersebut dapat digunakan saat arus mudik.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Ini selesai H-7 Lebaran. Yang penting sudah keras dan bisa dilewati. Setelah ini selesai, langsung geser ke jalan kabupaten yang menjadi jalur alternatif,” ujar Luthfi di lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tanggul Sungai Tuntang yang sebelumnya jebol telah berhasil ditutup. Saat ini, tanggul tinggal menunggu kondisi tanah mengering dan mengeras. Adapun perbaikan badan jalan sepanjang sekitar 60 meter masih dalam tahap perkerasan dasar dengan landasan beton.

Berita Terkait:  Rekayasa Lalu Lintas di Exit Tol Bawen Saat Mudik Lebaran 2026 Disiapkan

Proses perkerasan sempat mengalami kendala akibat rembesan air Sungai Tuntang yang membuat struktur tanah belum sepenuhnya stabil.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan progres perbaikan telah mencapai sekitar 75 persen. Pengerjaan dilakukan siang dan malam untuk mengejar target penyelesaian.

“Mudah-mudahan dua minggu ini bisa terselesaikan. Jadi sebelum Lebaran sudah bisa kita buka kembali untuk aktivitas lalu lintas, baik dari Purwodadi ke Semarang maupun sebaliknya,” kata Henggar.

Menurut Henggar, awalnya penanganan jalan putus tersebut direncanakan menggunakan jembatan armco sebagai solusi sementara. Material jembatan bahkan sudah tiba di lokasi. Namun, setelah evaluasi teknis, ditemukan adanya pergeseran pada badan jalan di sisi lain.

Berita Terkait:  Puluhan Titik Rawan Macet dan Bencana Dipetakan Jelang Mudik Lebaran 2026

Karena itu, opsi pemasangan armco dibatalkan dan diganti dengan pembangunan konstruksi permanen berupa pengecoran beton bertulang.

“Total ada 60 meter badan jalan yang hilang. Armco tidak jadi dipasang, tetapi dilakukan penanganan permanen dengan beton bertulang,” ujarnya.

Sebelumnya, tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding jebol pada 16 Februari 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan ruas jalan Semarang–Godong KM 35 terputus total serta mengakibatkan genangan di wilayah sekitar.

Dalam kunjungan terdahulu, Luthfi juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali–Juana mempercepat penutupan tanggul jebol serta mendorong normalisasi Sungai Tuntang guna mencegah kejadian serupa terulang. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca