Suarapena.com, KEBUMEN – Jembatan Karanganyar di Kabupaten Kebumen akan ditutup sementara selama satu bulan, mulai 10 April hingga 10 Mei 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan perbaikan pada bagian konstruksi jembatan yang saat ini dalam kondisi kritis.
Selama masa penutupan, arus lalu lintas di Jalan Nasional yang menghubungkan Gombong–Banyumas dengan Sruweng–Kebumen akan dialihkan melalui Jalur Lingkar Selatan Selatan (JLSS).
Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Kebumen, Sukarno, mengatakan bahwa kebijakan penutupan diambil setelah melalui koordinasi lintas sektor.
“Keputusan ini merupakan hasil koordinasi bersama Satlantas Polres Kebumen, DPUPR, serta instansi terkait lainnya, setelah dilakukan survei kondisi jembatan dan jalur alternatif,” kata Sukarno, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan besar dari arah timur, seperti Ketawang dan Purworejo, akan diarahkan melalui JLSS. Sementara itu, kendaraan kecil masih dapat menggunakan Jalan Daendels sebagai jalur alternatif.
Adapun kendaraan dari jalur utama atau jalur tengah akan dialihkan melalui ruas Guyangan–Petanahan. Dari JLSS, arus kendaraan selanjutnya diarahkan menuju Simpang Puring atau Buayan, kemudian keluar di Simpang Tiga Sangkal Putung untuk kembali ke Jalan Nasional.
Rekayasa lalu lintas tersebut juga diberlakukan untuk arus sebaliknya, yakni dari arah Cilacap atau Banyumas menuju Yogyakarta.
Selama penutupan berlangsung, pemerintah akan memasang rambu-rambu petunjuk arah di sejumlah titik guna membantu pengendara menyesuaikan rute perjalanan.
Sukarno mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Ia juga meminta pengguna jalan mengantisipasi tambahan waktu tempuh.
“Masyarakat yang akan bekerja maupun bersekolah diharapkan berangkat lebih awal karena jarak tempuh menjadi lebih jauh,” ujarnya. (sp/pr)










