Suarapena.com, BEKASI – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi mendapat sejumlah catatan dari DPRD setempat. Meski beberapa cabang olahraga (cabor) telah mulai dipertandingkan, suasana pesta olahraga tingkat provinsi tersebut dinilai belum cukup terasa di tengah masyarakat.
Selain minimnya publikasi, kesiapan sejumlah venue pertandingan juga menjadi perhatian. Beberapa fasilitas disebut masih mengalami kendala ketika pertandingan berlangsung. Kondisi ini menjadi sorotan mengingat Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 135 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Porprov.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Adelia Sidik mengatakan, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan ajang olahraga tersebut.
Menurut Adelia, kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar merupakan hal yang mungkin terjadi. Namun, setiap persoalan tetap harus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya dapat berjalan lebih baik.
“Namanya hajatan besar pasti ada kekurangan, tidak mungkin semuanya berjalan mulus. Tapi hal-hal yang masih kurang tentu harus ditingkatkan dan diperbaiki,” ujar Adelia, Rabu (4/11/2026).
Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti pengelolaan publikasi Porprov, termasuk penggunaan gambar berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang sempat menjadi perhatian.
Ia menilai, materi publikasi seharusnya melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu sebelum disebarluaskan kepada masyarakat. Pengawasan tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas informasi sekaligus citra penyelenggaraan Porprov.
“Hal-hal kecil seperti itu bisa menjadi besar karena justru memperlihatkan bagaimana kesiapan panitia. Seharusnya ada supervisi terlebih dahulu sebelum ditayangkan,” katanya.
Adelia menilai, salah satu hal yang perlu segera diperkuat adalah upaya membangun antusiasme masyarakat terhadap Porprov.
Menurut dia, penyelenggaraan ajang olahraga tidak cukup hanya memastikan pertandingan berjalan. Masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang memadai agar dapat mengikuti perkembangan kompetisi dan turut merasakan atmosfer kegiatan.
Karena itu, ia mendorong Panitia Besar (PB) Porprov untuk meningkatkan publikasi melalui media sosial, khususnya Instagram dan TikTok.
Konten yang menarik dan informatif dinilai dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat.
“Bagaimana caranya PB Porprov bisa menghadirkan lebih banyak konten menarik. Engagement di TikTok maupun Instagram harus ditingkatkan. Kita ingin masyarakat ikut terlibat, bukan hanya atlet yang bertanding, sementara gaung Porprov-nya kurang terasa,” ujar Adelia.
Selain persoalan publikasi, Adelia juga menyoroti kondisi fasilitas pertandingan. Ia mencontohkan pertandingan cabang olahraga Muaythai yang sempat mengalami pemadaman listrik sebanyak dua kali. Kondisi ruangan yang panas juga menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab penyelenggaraan Porprov tidak hanya berada di tangan panitia. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga memiliki peran dalam mendukung kesiapan fasilitas dan kelancaran pertandingan.
Oleh karena itu, koordinasi antardinas perlu diperkuat agar setiap persoalan dapat segera ditangani.
“Ini punya Kota Bekasi, milik seluruh warga Kota Bekasi, bahkan masyarakat Jawa Barat. Jadi jangan merasa ini hajatan si A atau si B. Ini hajatan kita bersama,” katanya.
Di sisi lain, Adelia mengapresiasi upaya panitia yang telah bekerja mempersiapkan penyelenggaraan Porprov, termasuk bekerja hingga malam hari.
Namun, ia berharap kerja keras tersebut dapat diikuti dengan peningkatan kualitas pelaksanaan, baik dari sisi fasilitas, pelayanan kepada atlet dan ofisial, maupun keterlibatan masyarakat.
Adelia berharap penyelenggaraan Porprov dapat berjalan lebih baik setelah seremoni pembukaan yang dijadwalkan pada 7 November 2026.
Ia menegaskan, evaluasi harus tetap dilakukan meskipun sejumlah pertandingan telah berlangsung. Dengan demikian, berbagai kekurangan yang ditemukan pada tahap awal tidak terus berulang hingga seluruh rangkaian kompetisi selesai.
“Kalau sekarang mungkin belum 100 persen, masih ada yang harus diperbaiki. Yang terpenting jangan berhenti melakukan evaluasi. Setelah pembukaan nanti, wajah Porprov harus jauh lebih baik dari sebelumnya,” pungkas dia. (sp/wb)







