Scroll untuk baca artikel

News

KAI Tanam Pohon dan Rumput Akar Wangi Cegah Longsor di Jalur Kereta Api

×

KAI Tanam Pohon dan Rumput Akar Wangi Cegah Longsor di Jalur Kereta Api

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan berbagai upaya untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api di musim hujan.

Salah satunya adalah dengan menanam pohon dan rumput akar wangi di sepanjang jalur kereta api yang rawan longsor.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Menurut VP Public Relations KAI Joni Martinus, penanaman pohon dan rumput akar wangi merupakan bagian dari program mitigasi bencana alam yang dilakukan KAI.

Program ini bertujuan untuk menguatkan struktur tanah, mengurangi erosi, dan mengontrol aliran air hujan di sepanjang jalur kereta api.

“Penanaman pohon dan rumput akar wangi di sepanjang jalur kereta api tersebut merupakan bagian dari langkah KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api di musim hujan, khususnya menjelang periode liburan Natal dan Tahun Baru. Program penanaman pohon dan rumput akar wangi ini akan terus kami lanjutkan di titik-titik yang masih bisa ditanami,” ujar Joni dalam keterangan tertulis, Jumat (15/12/2023).

Joni menjelaskan, pohon yang ditanam KAI memiliki tinggi kurang dari 2 meter dan lebih dari 2 meter. Hingga saat ini, KAI telah menanam 4.311 pohon di sepanjang jalur kereta api.

Berita Terkait:  Perjalanan Malam yang Nyaman dan Mewah dengan Kereta Ekonomi New Generation KAI

Selain itu, KAI juga menanam rumput akar wangi seluas 4.706 meter persegi di sejumlah lereng yang berpotensi longsor.

Rumput akar wangi merupakan tanaman ekologis yang memiliki sistem perakaran yang unik. Akar rumput ini tumbuh lurus dan tebal, sehingga dapat menembus lapisan tanah yang keras dan berbatu. Akar rumput ini juga berfungsi sebagai penyerap air, penahan sedimen, dan penstabil tanah.

Selain menanam pohon dan rumput akar wangi, KAI juga melakukan upaya penanganan musim hujan lainnya dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Upaya tersebut antara lain dengan pembersihan sampah, normalisasi sungai, dan saluran air dari endapan lumpur maupun gulma eceng gondok di sepanjang jalur kereta api.

“Kami berharap dengan upaya ini, kami dapat mencegah terjadinya genangan air yang dapat mengganggu perjalanan kereta api. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di sekitar jalur kereta api, karena dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir,” kata Joni.

Upaya lain yang dilakukan KAI untuk mengantisipasi longsor dan gangguan lainnya adalah dengan menyiagakan petugas khusus di titik-titik rawan. Petugas tersebut bertugas untuk memantau kondisi jalur kereta api selama 24 jam dan melakukan tindakan cepat jika terjadi masalah.

Berita Terkait:  KAI Buka Loker Lagi Nih! Buruan Daftar, Ini Jurusan yang Dicari

Selain itu, KAI juga telah menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di berbagai stasiun yang berdekatan dengan daerah rawan. AMUS yang disiapkan tersebut berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari besi untuk penahan pondasi jalur, dan lainnya.

Sejumlah peralatan ringan hingga alat berat seperti Multi Tie Tamper (MTT) juga disiagakan untuk merawat kondisi jalur rel agar tetap laik dilintasi kereta api.

Pengecekan jalur secara langsung juga rutin dilakukan oleh KAI baik dengan jalan kaki maupun menggunakan lori dressin. Para kepala daerah operasi juga terjun ke lapangan untuk dapat melakukan perbaikan dengan segera jika menemukan masalah.

“KAI terus proaktif berupaya dalam menyiapkan segala aspek khususnya dalam menghadapi musim hujan serta mengantisipasi longsor dan gangguan lainnya untuk terwujudnya kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api,” tutup Joni. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca