Suarapena.com, JAKARTA – Kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menghentikan sementara tilang manual selama libur Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru) mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Menurutnya, kebijakan ini akan membuat jajaran Polri lebih fokus pada keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran masyarakat dengan pendekatan yang humanis.
“Kebijakan Pak Kapolri ini bagus. Sementara, tilang manual ditiadakan dulu saat Natal dan Tahun Baru 2024. Jadi jajaran di bawah bisa fokus pastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran masyarakat dengan pendekatan-pendekatan yang humanis,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulis, Kamis (14/12/2023).
Sahroni juga mengingatkan para jajaran Polri yang bertugas saat akhir tahun 2024, agar tetap tegas dalam menegur masyarakat yang membahayakan dalam berkendara.
Ia khawatir, ada segelintir masyarakat yang memanfaatkan situasi ini untuk hal-hal yang membahayakan, seperti tidak menggunakan alat pengaman berkendara, membawa beban melebihi kapasitas, atau ugal-ugalan di jalan.
“Kalau ada masyarakat yang membahayakan dalam berkendara, tetap wajib ditegur keras. Karena itu kan nanti malah membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai ada korban jiwa akibat kelalaian atau kecerobohan pengendara,” tegas Sahroni.
Sahroni, yang juga merupakan Politisi Fraksi Partai NasDem, mengimbau kepada seluruh jajaran Polri agar mengedepankan dua sikap yang penting, yaitu tegas dan humanis.
Ia berharap, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat saat libur Nataru bisa maksimal dan memuaskan.
“Dua sikap yang penting bagi jajaran di lapangan, tegas dan humanis. Berikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat dan tegas dalam menegur yang menyalahi aturan. Jangan sampai ada kesan bahwa Polri lembek atau tidak berwibawa. Tetapi juga jangan sampai ada kesan bahwa Polri arogan atau tidak ramah. Harus seimbang dan proporsional,” pesan Sahroni.
Terakhir, Sahroni juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran Polri yang telah bekerja keras dan berkorban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya saat libur Nataru. Ia berdoa, semoga Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya.
“Terima kasih dan salut kepada Polri yang telah berdedikasi dan berjuang untuk rakyat. Semoga Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya. Semoga Polri semakin dicintai dan dihormati oleh masyarakat. Semoga Polri semakin menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, Kebijakan menghentikan tilang manual selama libur Nataru ini diumumkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/12/2023).
Ia mengatakan, kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban administrasi dan birokrasi bagi masyarakat yang ingin mudik atau berlibur.
“Kami tidak ingin memberatkan masyarakat dengan tilang manual. Kami ingin masyarakat tetap saling menghormati dan memperhatikan masyarakat lain yang menggunakan jalan, sehingga keselamatan antara pengguna jalan dapat terjaga,” kata Kapolri.
Kapolri menambahkan, kebijakan ini juga sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang menginginkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan murah.
Ia berharap, kebijakan ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai institusi yang melindungi dan melayani masyarakat. (r5/rdn)










