Suarapena.com, JAKARTA – Tingginya kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik 2026 menjadi bukti keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mengelola arus mudik dan balik. Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyebut, survei KedaiKopi mencatat 88,8 persen responden puas terhadap layanan mudik, dengan nilai rata-rata kepuasan 7,18 dari skala 1–10.
“Kesesuksesan ini berkat kolaborasi; negara hadir bersama stakeholder untuk mengelola arus mudik dan balik sekaligus menjaga harkamtibmas,” kata Agus, Kamis (9/4/2026).
Agus menegaskan, pengamanan mudik tidak hanya soal lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan momentum spiritual dengan aman, mulai Ramadan hingga Idulfitri.
Korlantas Polri mengandalkan data traffic counting dan rasio volume kendaraan untuk menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas. Pemanfaatan jalan tol fungsional mampu mengalihkan 35 persen pemudik menuju Jawa Barat, sehingga titik padat seperti Cikampek terurai. Arus balik diatur melalui jalur alternatif seperti Sadang, Deltamas, dan Setu, sebelum kembali ke JORR. Jalur lain, mulai Bocimi hingga Probolinggo-Paiton, juga digunakan untuk meringankan beban jalan arteri.
“Semua rekayasa lalu lintas, termasuk one way, berbasis data real time, bukan prediksi,” jelas Agus.
Selama mudik, tidak ada peristiwa menonjol, menunjukkan keamanan dan ketertiban terjaga. SKB pemerintah, termasuk pembatasan angkutan logistik, memberi prioritas bagi pemudik agar perjalanan lebih aman. Pos pengamanan dan pos pelayanan tersebar di berbagai wilayah, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk takbiran dan salat Id.
“Operasi Ketupat bukan hanya soal lalu lintas, tetapi memastikan momentum spiritual aman dan masyarakat sampai tujuan dengan selamat,” tutup Agus. (sp/hp)










