Suarapena.com, JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa persoalan kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan lalu lintas, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa para pengguna jalan.
Agus mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas masih relatif tinggi. Karena itu, diperlukan perubahan cara pandang dalam melihat isu keselamatan transportasi, termasuk terhadap keberadaan kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Menurut dia, kendaraan over dimension dan over loading memiliki risiko lebih besar memicu kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
“Ketika kita bicara kendaraan over dimension dan over loading, sesungguhnya yang dibicarakan bukan hanya kendaraan dan muatan,” kata Agus, Kamis (18/6/2026).
Ia menilai, pembahasan mengenai kendaraan ODOL harus ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, yakni perlindungan terhadap keselamatan masyarakat.
Agus mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh rasa aman saat menggunakan jalan raya. Oleh karena itu, upaya mewujudkan transportasi yang tertib dan berkeselamatan membutuhkan komitmen dari seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.
“Tidak ada keuntungan ekonomi yang lebih berharga daripada keselamatan manusia,” ujarnya.
Menurut Agus, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi. Keuntungan ekonomi yang diperoleh dari pelanggaran dimensi maupun muatan kendaraan tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan risiko yang ditimbulkan.
Ia berharap berbagai langkah yang dilakukan dalam penanganan kendaraan ODOL dapat mendorong terwujudnya sistem transportasi yang lebih aman dan tertib. Selain itu, budaya keselamatan diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan, angka kecelakaan lalu lintas diharapkan dapat ditekan sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat semakin terjamin. (sp/hp)










