Suarapena.com, WONOGIRI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah alokasi anggaran perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Wonogiri menjadi Rp 42 miliar pada 2026. Anggaran tersebut meningkat signifikan dari alokasi awal sebesar Rp 9,4 miliar setelah adanya kebijakan realokasi anggaran yang diterbitkan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada).
Tambahan anggaran itu merupakan bagian dari realokasi dana sekitar Rp 200 miliar yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan di sejumlah daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan dana sebesar Rp 42 miliar tersebut akan digunakan untuk menangani enam paket pekerjaan di sejumlah ruas jalan provinsi di Wonogiri.
“Di Kabupaten Wonogiri ini kalau anggaran awal ditambah alokasi dari Perkada, maka menjadi Rp 42 miliar. Anggaran ini untuk enam paket di sejumlah ruas jalan,” kata Henggar, Rabu (17/6/2026).
Menurut Henggar, sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan merupakan jalur strategis yang menghubungkan Wonogiri dengan Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Salah satunya adalah ruas jalan Ngadirojo–Biting yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Ruas sepanjang sekitar 40 kilometer tersebut menjadi akses penghubung menuju Ponorogo.
Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan di ruas jalan Ngadirojo–Giriwoyo melalui pekerjaan betonisasi dan pengaspalan dua lapis pada dua titik. Jalan sepanjang 37 kilometer itu menjadi jalur penghubung menuju jalan nasional di Pacitan, Jawa Timur.
Ruas lain yang masuk dalam program penanganan adalah jalan Wonogiri–Manyaran–Blimbing yang terhubung dengan wilayah DIY.
Henggar menjelaskan, kondisi jalan provinsi di Wonogiri mengalami penurunan kemantapan paling besar dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah pada tahun ini.
Menurut dia, penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari usia jalan, tingginya volume kendaraan yang melintas, curah hujan yang tinggi pada awal 2026, hingga kondisi tanah yang relatif labil.
“Bapak Gubernur ingin jalan-jalan provinsi digenjot pembangunannya. Maka dengan kebijakan alokasi tambahan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas jalan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan fisik ruas jalan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, mengapresiasi tambahan anggaran yang diberikan Pemprov Jawa Tengah untuk pembangunan jalan provinsi di wilayahnya.
Ia berharap proyek perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah jadi, semoga bisa meningkatkan kesejahteraan warga dan jalan dapat dirawat bersama-sama,” kata Prihadi.
Warga Kecamatan Ngadirojo, Surya, menyambut baik rencana perbaikan jalan tersebut. Menurut dia, kondisi ruas Ngadirojo–Giriwoyo saat ini banyak mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan jalan yang bergelombang.
Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang mengalami kerusakan kendaraan, terutama ban bocor setelah melintasi jalan tersebut.
“Kalau sudah diperbaiki tentu masyarakat senang. Selama ini banyak lubang yang cukup dalam dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Surya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat. Kebijakan itu dilakukan untuk meningkatkan kembali tingkat kemantapan jalan provinsi yang menurun akibat musim hujan berkepanjangan hingga awal 2026.
Dana tersebut diprioritaskan untuk penanganan ruas-ruas jalan dengan kondisi rusak berat agar konektivitas antarwilayah dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan optimal. (sp/pr)










