Scroll untuk baca artikel

PemerintahanSuara Jateng

Kementerian PUPR Targetkan 13 Bendungan Rampung Akhir 2023, Salah Satunya Bendungan Jlantah

×

Kementerian PUPR Targetkan 13 Bendungan Rampung Akhir 2023, Salah Satunya Bendungan Jlantah

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, KARANGANYAR – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan bendungan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pada tahun 2023 ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan penyelesaian pembangunan 13 bendungan, yakni Cipanas, Karian, Sepaku Semoi, Keureuto, Rukoh, Jlantah, Tiu Suntuk, Lausimeme, Sidan, Leuwikeris, Temef, Pamukkulu, dan Ameroro. Untuk bendungan Jlantah sendiri, diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2023 ini.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Target untuk dapat diselesaikan pada akhir tahun 2023 ini mudah-mudahan dapat tercapai, salah satunya, Bendungan Jlantah yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (26/6/2023).

Ia juga mengungkapkan, pada periode 2015-2025, Kementerian PUPR sendiri menargetkan penyelesaian pembangunan 61 bendungan yang akan meningkatkan suplai air irigasi premium dari semula 10,6 persen menjadi 19,3 persen.

Berita Terkait:  Penataan Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken Rampung, Begini Potret Cantiknya

Pada tahun 2015 sampai dengan Februari 2023, telah diselesaikan pembangunan 36 bendungan baru yang menambah daerah irigasi produktif seluas 234.741 ha sebagai bagian dari peningkatan luasan jaringan irigasi 1,12 juta ha, dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3,84 juta ha.

Untuk Bendungan Jlantah ini diketahui, memiliki kapasitas tampung 10,97 m3 yang bersumber dari aliran Sungai Jlantah dan Sungai Puru. Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 m (dari dasar sungai), panjang puncak 404 m, lebar puncak 12 m, dan elevasi puncak bendungan +690 m.

Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Adenan Rasyid menambahkan, bendungan Jlntah ini dibangun sejak Juli 2019 oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp965 miliar.

Berita Terkait:  Jalan Tol Cisumdawu Bakal Beroperasi Penuh pada Juni 2023

Saat ini, progresnya sudah sekitar 65 persen. Nantinya, bendungan Jlantah akan mengairi 1.494 ha area persawahan di kawasan Jatipuro dan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.

Di samping sebagai sumber irigasi, bendungan Jlantah juga sebagai sumber air baku dengan kapasitas sebesar 150 liter/detik. Dan dapat mereduksi banjir sebesar 51,26 persen atau 70,33 m3/detik untuk Q50.

“Kehadiran bendungan ini akan memberi manfaat untuk potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 mega watt (MW), serta untuk konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar,” kata Adenan. (Sp/May)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca