Kalaupun rejim kekuasaan sekarang ini tidak mampu menjadi pahlawan, setidaknya jangan jadi penghianat bangsa dan negara. Kalaupun belum bisa menjadi muslim yang baik dan taat setidaknya jangan menjadi pembenci dan anti Islam. Seperti jargon nasionalisme yang mengusung NKRI dan Panca Sila harga mati. Demikan pula, yang tersurat dalam, “Al – Islamu Ya’lu Wala Yu’la ‘Alaihi (Islam itu tinggi dan tak ada yang mencapai ketinggiannya) seperti kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang dicintai dan diimani umat Islam. Karena umat Islam selain agama yang cinta damai, syariatnya juga menuntun Amar Ma’ ruf Nahi Munkar.
Jangan sampai umat Islam khususnya para ulama menjadi, terbentur-terbentur, terbentuk. (*)









