Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

Kepala Daerah Jabodetabek Kompak! Siap Wujudkan Transportasi Terintegrasi Kurangi Kemacetan

×

Kepala Daerah Jabodetabek Kompak! Siap Wujudkan Transportasi Terintegrasi Kurangi Kemacetan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kebijakan Transportasi Jabodetabek, Rabu (29/10/2026).
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kebijakan Transportasi Jabodetabek, Rabu (29/10/2026).

Suarapena.com, JAKARTA – Upaya mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas di kawasan Jabodetabek kini memasuki babak baru. Para kepala daerah dari wilayah aglomerasi Jakarta—termasuk Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wali Kota Bogor, Bupati Bogor, dan Wali Kota Tangerang Selatan—bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sepakat memperkuat kerja sama lintas daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kebijakan Transportasi Jakarta dan wilayah sekitarnya, Rabu (29/10/2026).

Pertemuan ini menandai langkah konkret menuju sistem transportasi terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan terbesar di Indonesia.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Masalah transportasi di Jabodetabek tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Diperlukan kesamaan visi dan kolaborasi lintas batas administratif,” ujar Pramono.

Adapun dalam Rakor tersebut membahas dua hal, pertama penguatan kerja sama antarwilayah dalam pengelolaan transportasi publik. Lalu yang kedua strategi pembiayaan berkelanjutan untuk memperluas layanan transportasi umum.

Berita Terkait:  Punya Visi Misi Sejalan, Partai Gelora Kota Bekasi Dukung Penuh Tri Adhianto

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkapkan, saat ini lebih dari 3,5 juta perjalanan terjadi setiap pagi dan sore di kawasan Jabodetabek, dengan tingkat konektivitas mencapai 92 persen. Namun, penggunaan transportasi umum masih di bawah 24 persen, menunjukkan masih perlunya inovasi dan insentif bagi masyarakat.

Rapat juga membahas sejumlah langkah strategis, seperti perluasan jaringan MRT dan LRT hingga Bekasi dan Tangerang Selatan. Lalu pembangunan jalur MRT koridor timur–barat, ekspansi rute Transjakarta ke wilayah penyangga, kemudian pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan strategis seperti Blok M, Bundaran HI, dan Dukuh Atas, serta fasilitas park and ride di wilayah penyangga untuk memudahkan warga berpindah moda.

“Jakarta sudah tidak lagi menjadi kota termacet di dunia. Sekarang kita di peringkat kelima. Tapi tantangan belum selesai, dan kita harus terus bergerak bersama,” tegas Pramono.

Berita Terkait:  Pramono Usul Bangun Tiga PLTSa di Sini, Bisa Olah 7.000 Ton/Hari

Sebagai langkah nyata mendorong penggunaan transportasi publik, Pemprov DKI juga memperluas pembebasan tarif bagi 15 kategori masyarakat pengguna MRT, LRT, dan Transjakarta—termasuk pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas.

Para kepala daerah sepakat untuk menjadikan Jabodetabek sebagai kawasan metropolitan terintegrasi dan inklusif, dengan mobilitas yang cepat dan berkelanjutan.

“Konektivitas terbaik sudah mulai terbentuk. Kini saatnya memastikan manfaatnya dirasakan merata, dari Bogor hingga Bekasi, dari Tangerang Selatan hingga Jakarta,” kata Pramono.

Kolaborasi lintas wilayah ini juga diharapkan menjadi bukti transportasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan simbol persatuan dan langkah bersama menuju masa depan metropolitan yang lebih baik. (Adv)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca