“Kemarin saat pandemi sangat béda sekali karena kita batasi sehingga ada 22 kali menyelenggarakan dalam beberapa minggu. Hari ini kita laksanakan secara serentak. Saya harapkan ini memacu atlet kita untuk makin berprestasi, tourism-nya bisa jalan lagi, sehingga sport tourism-nya sekarang bisa kita lakukan,” jelasnya.
Maka dari itu Ganjar berharap para atlet dan panitia menyiapkan diri dengan serius. Untuk para atlet Ganjar berpesan agar terus latihan dan mengikuti event yang ada dan kemudian puncaknya ada pada event Tour de Borobudur. Untuk panitia diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik sehingga para atlet nyaman sehingga orang-orang dapat memiliki Tour de Borobudur.
“Mudah-mudahan eventnya nanti bisa naik kelas menjadi kelas yang jauh lebih besar, dan itu butuh partisipasi masyarakat. Seperti layaknya tour sepeda lain di dunia maupun model-model lari yang ada itu, sehingga masyarakat butuh kita libatkan karena jalurnya dipakai. Sambutan mereka pasti menjadi sesuatu yang dinantikan, dan daerah menarik termasuk kuliner yang asyik itu bisa ditampilkan,” kata Ganjar.
Ketua Pelaksana Bank Jateng Tour de Borobudur, Hendra Dharmanto mengatakan, untuk gelaran tahun ini, penyelenggara memberikan tiga sentuhan yang berbeda yang disebut sebagai trilogi Tour de Borobudur. Trilogi itu menggambarkan tiga event yang menjadi rangkaian Tour de Borobudur, yaitu event Tour de Muria yang digelar September, kemudian ada Tour de Dieng, dan Puncaknya adalah Tour de Borobudur. (ui)










