Suarapena.com, BEKASI – Suasana Gedung Sartika, Bekasi, pagi itu dipenuhi semangat dan antusiasme. Ratusan peserta dari berbagai kalangan berkumpul sejak pukul 08.00 WIB untuk mengikuti sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah strategis pemerintah dalam memerangi permasalahan gizi dan stunting di Indonesia.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat, bisa bergerak bersama. Tidak hanya memberikan makanan bergizi, program MBG juga membawa misi besar: membentuk budaya makan sehat dan meningkatkan literasi gizi masyarakat sejak usia dini.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji, yang menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjalankan program ini.
“Untuk mengatasi permasalahan gizi di Indonesia dibutuhkan kolaborasi bersama. Mari kita bersinergi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di Kota Bekasi ini,” tegas Nuroji dalam keterangannya, Sabtu (9/8/2025).
Sementara itu, melalui sambungan virtual, Adib Al Fikry, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN), menjelaskan betapa krusialnya gizi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Gizi yang baik berdampak langsung pada kemampuan anak untuk belajar dan berprestasi. Potensi perubahan positif bisa mencapai 20–30% dari kebutuhan kalori harian terpenuhi melalui program ini,” jelasnya.
Adib juga menambahkan bahwa MBG tidak sekadar program bantuan makanan, tetapi juga gerakan perubahan perilaku dan budaya makan sehat di kalangan keluarga dan anak.
Erlinda Matondang, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Jatiasih Bekasi, mengungkapkan bahwa Kota Bekasi sudah mempersiapkan 169 dapur MBG yang akan melayani lebih dari 4.000 penerima manfaat.
“Penyaluran MBG dilakukan dua kali seminggu, dan kami melibatkan kader posyandu untuk memastikan distribusi berjalan optimal. Target utama kami adalah anak-anak usia emas, karena di situlah fondasi masa depan dibentuk,” ujar Erlinda.
Lebih dari sekadar membagikan makanan, program ini menyasar pembangunan sumber daya manusia unggul, dimulai dari dalam kandungan hingga anak usia sekolah. Harapannya, MBG tak hanya menekan angka stunting, tetapi juga menjadi pondasi bagi generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh. (sp/pr)










