Suarapena.com, BEKASI – Dunia pendidikan kembali diramaikan oleh semangat muda para calon guru! Sejumlah mahasiswa semester 7 dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Al Marhalah Al Ulya Bekasi resmi mengawali petualangan akademik mereka melalui program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), yang digelar serentak di berbagai sekolah unggulan di Kota Bekasi.
Program wajib ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan menjadi ajang krusial di mana para mahasiswa benar-benar diuji untuk keluar dari zona nyaman bangku kuliah dan merasakan langsung dinamika di dalam ruang kelas.
Para peserta PPL ditempatkan di sejumlah sekolah mitra, seperti SMPIT Ibnu Rusyd, M.Ts Nurul Huda, SMP Negeri 1, 2, 16, dan 51 Bekasi, SMK Karya Bahana Mandiri, hingga MI Tarbiyatul Falah. Pemilihan sekolah-sekolah ini tidak sembarangan—semuanya dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap mutu pendidikan dan pembinaan karakter siswa.
Di SMPIT Ibnu Rusyd, penyerahan mahasiswa PPL berlangsung dengan khidmat. Dosen pembimbing, Hadi Winarno, menyerahkan langsung para mahasiswa kepada pihak sekolah. Hadi menggarisbawahi pentingnya bimbingan guru dan kepala sekolah dalam membentuk karakter serta etika mengajar para calon pendidik.
“PPL bukan hanya soal bagaimana menyampaikan materi pelajaran. Ini soal membentuk mental pendidik yang kuat, disiplin, dan penuh kesabaran,” ujar Hadi, Rabu (16/7/2025).
Ia juga mendorong para guru pembimbing untuk memberikan teguran dan evaluasi secara jujur, demi tumbuhnya kemampuan reflektif dalam diri mahasiswa.
Selain itu, Hadi berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi etika profesional selama menjalani program ini. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi perbedaan antara teori perkuliahan dan praktik di lapangan.
“Jika ada perbedaan, sampaikanlah dengan cara yang santun dan sesuai budaya sekolah. Inilah saatnya kalian belajar menjadi pendidik sejati,” imbuhnya.
Dengan dimulainya PPL ini, STIT Al Marhalah Al Ulya Bekasi berharap mahasiswanya dapat mengasah kemampuan mengajar sekaligus memperkuat identitas mereka sebagai calon guru profesional yang siap terjun ke masyarakat. Dunia pendidikan menanti sentuhan segar dari generasi baru yang tidak hanya cakap dalam teori, tetapi juga teruji dalam praktik. (sp/pr)










