Kemiskinan yang menderita dirinya sedari kecil, tak menciutkan nyali Udin untuk berusaha mengubah nasib. Susahnya lapangan pekerjaan di Ibuota tidak membuatnya patah semangat, Udin tetap bertahan mengamen dan berjualan asongan dari bus ke bus hanya untuk mencari sesuap nasi.
“Saya berusaha tetap bertahan dan tidak patah semangat,” tukas Udin.
Dari pengalaman mengamen dan jual asongan dia bergaul dengan siapapun, hingga bertemulah dengan salah seorang pekerja penggali gorong-gorong jalan raya. Dengan hati yang polos dan ke seriusan hati udin buat ikut bergabung menjadi kuli penggali gorong-gorong ternyata udin diterima meskipun belum ada pengalaman sama sekali buat pekerja seberat itu.
Hari-hari berlalu, Udin dengan kerajinan dan kegigihan berkerja akhirnya dipercaya oleh atasan dan diangkatlah menjadi mandor galian gorong-gorong setelah tiga ulan bekerja. Pengalaman demi pengalaman udin perlahan-lahan tapi pasti.
Ketekunan dan kelincahan udin mencari celah yang lebih baik loyalitas dan kerja keras udin akhirnya menemukan pekerjaan yang lebih baik dan di percaya bergabung oleh PT. SINAR MAS sebagai kontraktor, disitulah udin berkembang bak mawar yang sedang mekar di pagi hari.










