Suarapena.com, BEKASI – Masuk Tiga Besar, Tim Penilai Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Provinsi Jabar Masuk Tahap Klarifikasi Lapangan Di Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (21/6/2023).
Turut hadir Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto didampingi pimpinan OPD, Kepala Kantah ATR/BPN Kota Bekasi Amir Sofwan, Kader PKK dan Posyandu hingga Tokoh Masyarakat, bahkan tim penelitian dari mahasiswa kampus Universitas Indonesia terkait nilai budaya peninggalan masyarakat di Kranggan sebutan nama kampung di Jatisampurna ini.
Sambutan yang luar biasa disuguhkan pihak Kelurahan Jatirangga untuk menyambut tim penilaian lomba kinerja dari provinsi Jawa Barat tersebut, mulai dari tarian tradisional, makanan tradisional hingga menaiki kereta delman untuk para tim penilai menuju titik – titik lokasi klarifikasi lapangan.
Klarifikasi lapangan dari tim penilai lomba kinerja kelurahan tersebut merupakan lanjutan dari penilaian bukti langsung kelapangan dasar dari pemaparan yang dilakukan oleh lurah pada saat proses sebelumnya.
Mengawali pembukaan klarifikasi lapangan pada lomba kinerja kelurahan tingkat provinsi Jabar tersebut di Kelurahan Jatirangga, dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, mengatakan nilai budaya di kelurahan jatirangga ini harus kita pertahankan dan di kembangkan.
“Ini menjadi suatu daya tarik sehingga Jatirangga masuk level nasional tentang kebudayaannya, bahkan menjadi suatu pengakuan secara internasional karna ada yang hadir dari berbagai negara ada dari Malaysia, Singapura, Thailand bahkan Kamboja untuk melakukan penelitian terkait peninggalan sejarah dan budaya di kampung Kranggan ini,” ucapnya.
Selanjutnya, Ketua Tim Penilai Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat, Ibu Lisa Afiyanti, memaparkan dalam sambutannya mengatakan pihak timnya mengharapkan mungkin saat ini akan dibawa ke beberapa lokus untuk di nilai. “Jika ingin juara 1 berarti harus ada upaya seluar biasa mungkin, dan kami ingin apa yang disampaikan lurah saat pemaparan sebelumnya apa adanya sekarang ini cek lokasi,” paparnya.
“Sekarang kalau lihat lurah – lurah tuh muda dan berprestasi, sekarang ini generasi – generasi sudah mulai bermunculan usia yang masih muda dengan tekad yang kuat itu sangat kita hargai. Pak Lurah dan Bu Lurah adalah aktor utama dari pagi sampai sore hari ini buktikan lah pada kami (tim penilai red) kalau kelurahan ini pantas untuk jadi juara seperti pendahulunya, jadi standar kita Bintara di tahun lalu, jadi hari ini harus lebih dari yang kemarin,” pungkasnya.
Usai acara, Lurah Jatirangga, Ahmad Apandi, mengatakan tahap penilaian ini sudah di tiga besar antara lain Kelurahan Cibebeur di Cimahi, Kelurahan Arcamanik Di Sukamiskin Bandung, kemudian Kelurahan Jatirangga Kota Bekasi ini.
“Temanya adalah peningkatan ekonomi, kebetulan kita punya KolaborAksi dengan melakukan pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi yang bekerja sama dengan beberapa unsur seperti yang sudah kita lakukan selama ini. Kerja samanya dengan Universitas LSPR, Universitas Indonesia, kemudian dengan Koperasi KLM dan Yayasan Seribu Mahkota Surga untuk program Gebrak Gemes Amat, kolaborasi – kolaborasi ini lah yang kemudian menggerakkan swadaya dari masyarakat sekitarnya karna anggaran kelurahan terbatas, sehingga ketika mengajak unsur lain kita bisa berkolaborasi yang dapat banyak manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Mudah – mudahan kelurahan Jatirangga, masih kata Lurah, dengan apa yang sudah kita tampilkan ini bisa menjadi yang terbaik di Provinsi dan bisa mewakili Jawa Barat ketingkat Nasional. “Kita juga berharap jika juara provinsi juga bisa juara nasional, karna ini juga pesan dari para sesepuh di kampung Kranggan agar bisa tampil ditingkat nasional,” harapnya. (Yudhi)










