Scroll untuk baca artikel

Sejarah

Menyusuri Jejak Sejarah Candi Gunung Wukir, Warisan Kerajaan Medang

×

Menyusuri Jejak Sejarah Candi Gunung Wukir, Warisan Kerajaan Medang

Sebarkan artikel ini
Candi Gunung Wukir, Kerjaan Medang, Mataram Kuno.

Suarapena.com, MUNGKID – Candi Gunung Wukir, yang terletak di Dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga sebuah prasasti penting dalam kisah panjang peradaban Indonesia.

Candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 ini menjadi saksi bisu berdirinya Kerajaan Medang di tanah Mataram, serta menandai awal pemerintahan Raja Sanjaya, sang pendiri Mataram Kuno.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, Wisnu Budi Argo Budiono, Candi Gunung Wukir merupakan situs bercorak Hindu yang ditemukan bersamaan dengan Prasasti Canggal.

Prasasti ini memuat tahun pembuatan candi, menjadikannya sebagai tonggak penting dalam sejarah Indonesia.

“Prasasti Canggal yang kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta memberikan petunjuk tentang berdirinya candi ini dan Kerajaan Medang,” ujar Wisnu, Jumat (31/1/2025).

Candi Gunung Wukir yang dulunya terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara ini sekarang hanya meninggalkan puing-puing batu andesit. Meskipun sebagian besar bangunan telah hancur, penemuan yoni dan arca Nandi (lembu) menunjukkan bahwa candi ini berhubungan erat dengan ajaran agama Hindu.

Berita Terkait:  Koleksi Bersejarah RA Kartini Dipamerkan di Monas Sampai Juli 2025

Untuk mencapai candi yang terletak di atas bukit, pengunjung harus mendaki sekitar 300 meter dari Dusun Canggal, sebuah perjalanan yang tak hanya menguji fisik, tetapi juga menawarkan panorama yang memukau.

Tak jauh dari Candi Gunung Wukir, penemuan candi-candi lain seperti Candi Losari, Petirtaan Mantingan, dan Candi Gunungsari menambah nilai sejarah kawasan Dataran Kedu. Semua situs ini memperkaya pemahaman tentang kebudayaan Mataram Kuno yang berkembang pada masa itu.

Candi Gunung Wukir sendiri, yang diduga dibangun pada tahun 732 M (654 tahun Saka), mencatatkan peran Raja Sanjaya dalam sejarah yang lebih besar—sebuah peradaban Hindu yang mempengaruhi wilayah Jawa Tengah.

Berita Terkait:  Melestarikan Budaya Kerajaan Sumedang Larang

Candi ini, meskipun kini hanya menyisakan reruntuhan, pernah berdiri megah sebagai pusat spiritual dan kebudayaan. Batu-batu penyusunnya, yang dulu berdiri kokoh, kini banyak yang beralih fungsi sebagai material untuk pembangunan rumah penduduk sekitar.

Kerusakan candi-candi ini pun diduga akibat bencana alam atau peperangan, yang sering menjadi bagian dari dinamika sejarah masa lalu.

Bagi para wisatawan, Candi Gunung Wukir kini menawarkan lebih dari sekadar situs sejarah. Rofi’i, pelaku wisata Jeep Jurang Jero, Muntilan, berharap kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata edukatif.

“Dengan lokasinya yang tidak jauh dari Gunung Merapi, Candi Wukir bisa menjadi jalur wisata yang menghubungkan pengetahuan tentang sejarah dan alam,” ujar Rofi’i.

Mengunjungi Candi Wukir berarti berjalan menyusuri jejak sejarah yang telah meninggalkan bekas mendalam dalam peradaban Indonesia. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca