Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Minimnya Gedung Sekolah Hingga Pelaksanaan PPDB Jadi Sorotan Wakil Rakyat

×

Minimnya Gedung Sekolah Hingga Pelaksanaan PPDB Jadi Sorotan Wakil Rakyat

Sebarkan artikel ini
H. Safril

SUARAPENA.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PAN H. Safril mengaku miris melihat minimnya fasilitas gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Bekasi yang terbatas.

Safril menilai seharusnya pembangunan sarana pendidikan seperti gedung sekolah menjadi prioritas yang harus segera diwujudkan pemerintah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Sebagai wakil rakyat, ia mengaku bahwa setiap tahun dirinya didatangi para orang tua siswa untuk meminta bantuan agar anaknya dapat bersekolah di SMA Negeri.

Namun, dirinya tak bisa berbuat banyak lantaran ada aturan yang tak bisa diterobos oleh pihaknya.

Berita Terkait:  Dipimpin Tahapan Bambang, Sidang Paripurna Perubahan KUA PPAS TA 2022 Berjalan Lancar

“Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan yang maksimal, seharusnya pemerintah melalui Dinas Pendidikan harus mengusulkan pembangunan beberapa gedung sekolah baru.

Itu semua untuk menjawab keinginan masyarakat terkait merdeka belajar,” ungkap Safril kepada awak media, Rabu (20/7/2022).

Wakil rakyat Bekasi dapil Pondok Gede-Pondok Melati juga menyoroti aturan yang selalu berubah-ubah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Ia menyebut semenjak peraturan SMA Negeri dan SMK Negeri dikelola oleh pihak Provinsi Jawa Barat, justru menjadi semakin sulit.

“Saya lihat Dinas Pendidikan Jawa Barat peraturannya selalu berubah rubah, kadang melalui zonasi dan setelah itu berubah jadi afirmasi, itu yang membuat warga jadi bingung,” tutur Safril.

Berita Terkait:  Dorong Minat Masyarakat, Faisal Golkar Minta Pemkot Bekasi Jalankan Program Ini

Dirinya pun mempertanyakan terkait pengelolaan sistem PPDB yang dirasa tak transparan.

Ia banyak mendengar keluhan dari masyarakat soal sistem PPDB ini.

“Saya mendengar dari masyarakat terkait sistem yang kurang transparan. Contohnya, jarak dari rumah ke sekolahan ada yang rumahnya jaraknya lebih dekat tapi tidak diterima, malahan jaraknya yang lebih jauh diterima, ini ada apa,” tanya Safril. (Bo/Adv)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca