Oleh Badri Tamami
Pengurus Komisariat PMII Universitas Islam As-Syafi’iyah
BERBICARA modernisasi mungkin sering kali kita mendengar kata tersebut di telinga kita atau sudah tak lagi asing mendengar kata itu, yang mungkin barangkali kamu ingin lebih tahu seperti apa dan bagaimana yang dimaksud modernisasi.
Pada kesempatan kali ini saya sedikitnya mengulas atau memberikan gambaran secara sederhana, ya tentunya dengan kehidupan sehari-hari yang kita jalani ini, besar harapan semoga dapat memberikan edukasi dan dedikasi kepada para pembaca.
Pengertian modernisasi yaitu proses tranformasi dari suatu arah perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkatnya dalam berbagai macam aspek dalam kehidupan masyarakat. Moderenisasi sederhananya juga di fahami suatu perubahan yang sebelumnya masih dengan cara tradisional menuju cara-cara yang lebih kekinian yang dimana mengedepankan dan meningkatkan kualitas, kemakmuran masyarakat. Dari kota metropolitan hingga ke pelosok-pelosok desa.
Dengan seiring berjalannya waktu kita sebagai manusia dituntut untuk mengikuti perubahan zaman, yang sehingga mau tidak mau harus melewati dan menjalaninya. Tetapi kita jangan khawatir dan jangan jadikan itu sebagai sebuah beban. Jadikan itu sebagai tantangan tersendiri untuk memantapkan progres langkah kita menuju ke arah yang lebih baik untuk kedepannya.
Pada era moderenisasi dan globalisasi yang semakin kompetitif, generasi muda dituntut untuk terus berinovasi, sehingga dapat mampu mengimbangi antara pencapaian kemajuan teknologi yang sangat pesat, ekonomi dan penyelesaian masalah sosial. Kaum muda yang dikenal dengan istilah generasi milenial itu harus mampu memanfaatkan dan mengoperasikan potensi yang dimiliki oleh karenanya perubahan zaman menjadi suatu hal yang sangat strategis untuk kita lakukan dan kita nyatakan dengan menginspirasikan perkembangan yang sudah memadai atau sudah cukup untuk kita gunakan semaksimal mungkin.
Aspek modernisasi sosial budaya dapat kita lihat dan kita rasakan yang sering terjadi disekitar kita misalnya : Status sosial, urbanisasi, penggunaan alat komunikasi massa. Modernisasi membuat masyarakat yang beragam menjadi seragam atau dengan nilai-nilai dan norma-norma setara.
Perlahan namun pasti, dengan adanya modernisasi ini akan banyak perubahan secara signifikan maka dari itu rawatlah budaya lokal dengan baik dan benar agar tidak mudah tergerus dengan mudah di tengah kencangnya arus globalisasi ini. Jangan sampai adanya modernisasi menjadi suatu hambatan untuk kita merubah ke arah yang lebih baik dengan cara mengembangkan budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi yang sudah maju. Dengan itu kita menyelaraskan modernisasi yang kita rasakan besar kemungkinan juga dapat lebih dikenal oleh mancanegara.
Dalam dunia pendidikan misalnya modernisasi ini sangat berpengaruh untuk khususnya di masa pandemi ini, yang mana kita harus mensinkronkan kondisi yang dihadapi misalnya pada sistem pembelajaran di sekolah yang mana biasanya dilakukan di ruang-ruang kelas dengan tatap muka atau secara langsung, sekarang dapat dialihkan ke ruang yang sudah disediakan dan dapat diakses di internet dengan mudah yang mana dapat dilakukan dimana saja, juga biasanya banyak kita jumpai contohnya : Google meet, Zoom meet, Classroom dan lain-lainya.
Dalam aspek beragama modernisasi ini sangat diperlukan demi menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sebab beragama itu berbaur dengan budaya, maka apa yang terjadi pada saat ini adalah bagian dari perkembangan zaman. Agama bukan hanya cuma dijadikan sebagai keyakinan semata, melainkan bagaimana harus menjawab serta memberikan kontribusinya tentang problematika yang terjadi dalam kehidupan, jadi konsep kita beragama tidak sesempit itu kira-kira.
Nah ada juga nih modernisasi pada aspek Ekonomi misalnya terjadi kemudahan dalam hal bertransasksi jual beli dengan alat pembayaran yang tidak lagi berupa uang fisik ke fasilitas m-bangking dan e–commerce, sehingga membuat orang-orang bisa berbelanja kapan saja dan dimana saja dengan hanya melihat barang lalu meng-kliknya yang hanya menggunakan smartphone.
Kata kuncinya industrialisasi makin meningkat, sehingga akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Bahwa meroketnya angka tak berdampak sistemik kepada distribusi keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Ehma Ainun Nadjib atau yang sering dikenal dengan sapaan Cak Nun menjelaskan “Dipertautkan oleh benang merah perubahan secara sosial dan budaya yang amat cepat di desa dan kota. Itu dimungkinkan karena pengaruh modernisasi desa di belakang wacana pembangunanisme, yang ternyata berdampak besar terhadap gaya hidup masyarakat setempat, berhasil masuk tanpa permisi.”
Manakala industri yang sudah menerjang kehidupan keseharian kita dapat dirasakan, maka orang-orang sekarang ini dengan mudahnya bisa membeli motor bukan untuk menunjang mobilitasnya, melainkan hanya buat pajangan saja di ruang tamunya atau biasanya dipajangkan didepan rumah- rumah yang konon katanya supaya dipandang orang yang high class.
Masyarakat kemudian cenderung mengonsumsi nilai tanda agar ia merasa lebih dihormati, karena dekorasi atau atribut yang dipamerkan, dipajangkan, serta dikenakan. Semoga dapat menjadi bahan refleksi pada kehidupan sehari-hari di tengah kencannya arus globalisasi ini. (*)










