Scroll untuk baca artikel

Par-Pol

Ono Surono Dorong Bulog Serap Beras Varietas Lokal

×

Ono Surono Dorong Bulog Serap Beras Varietas Lokal

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, mendesak Perum Bulog untuk meningkatkan penyerapan beras dari padi varietas unggul lokal.

Hal ini ia sampaikan setelah melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Divisi Regional Balikpapan, belum lama ini.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Ono mengatakan, pemerintah tidak hanya harus memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga menyelesaikan permasalahan di sektor pertanian.

Ia menyoroti banyaknya beras impor yang menumpuk di gudang, sementara beras lokal yang berkualitas tinggi belum terserap dengan baik.

“Kita harus berpikir komprehensif apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Terkait dengan beras, ada banyak permasalahan dasar yang masih dialami petani, mulai dari pupuk, lahan, hingga jenis padi. Bulog belum sepenuhnya bisa menyerap jenis dan varietas padi yang sebenarnya merupakan varietas unggul lokal,” ujar Ono dalam keterangan tertulis, Senin (18/12/2023).

Berita Terkait:  Daniel Johan Kritik Kebijakan Pembatasan Kuota IPS yang Rugikan Peternak Susu Lokal

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini memberikan contoh varietas padi lokal bernama “Kebo” dan “Borang” yang dikembangkan oleh petani di Indramayu, Jawa Barat. Kedua varietas ini tahan hama, namun memiliki bulir yang kurang diminati pasar.

Oleh karena itu, petani melakukan modifikasi antara Padi Kebo dengan Padi Ciherang untuk menghasilkan bibit Padi Borang.

“Di Indramayu, ada jenis padi yang namanya Kebo dan juga modifikasi antara Kebo dan Ciherang yang namanya Borang. Produksinya cukup tinggi, tetapi belum bisa diserap oleh Bulog. Para petani pun harus mencari pasarnya sendiri di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, dan lainnya,” papar Ono, yang mewakili Dapil Jawa Barat VIII.

Ono menjelaskan, di Indramayu, sekitar 70 persen petani menanam padi jenis Kebo dan Borang pada musim tanam pertama. Kabupaten ini ditargetkan memproduksi 1,8 juta ton gabah dan menjadi salah satu penghasil gabah terbesar di Indonesia.

Berita Terkait:  Banyak Satwa Mati, Anggota Komisi IV Usul Adanya Audit Tahunan Kebun Binatang

Ono mengingatkan, Bulog memiliki fungsi menjaga stok pangan, cadangan pangan nasional, dan stabilisasi harga. Ia berharap, Bulog bisa mengubah aturannya agar bisa menerima beras varietas lokal sesuai dengan kondisi daerah.

“Bukan hanya HPP gabah yang harus disesuaikan dengan pasar, tetapi dari sisi jenis varietas gabah dan padi pun harus melihat suatu kondisi di tataran lokal. Apalagi mereka adalah para petani yang wajib didukung oleh pemerintah,” tegasnya.

Terakhir, Ono juga menyampaikan kabar baik bahwa pada musim panen mendatang, Bulog akan mulai menyerap jenis padi Kebo dan Borang.

“Alhamdulillah, kemarin Pak Bagja, Direktur Keuangan Bulog, menyampaikan untuk musim panen depan, Bulog sudah akan menyerap jenis Padi Kebo maupun Borang, khususnya di Kabupaten Indramayu,” pungkas dia. (r5/uc/rdn)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca