Suarapena.com, BEKASI – Pemkab Bekasi berencana mengadakan Operasi Pasar Murah (OPM) untuk membantu warga miskin yang terkena dampak kenaikan harga beras akibat kekeringan. Sebelum melaksanakan OPM, Pemkab Bekasi akan melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan lokasi-lokasi yang warganya mengalami kesulitan pangan.
Hal ini disampaikan oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan setelah memimpin Apel Korpri bersama seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bekasi, di Plaza Pemkab, Cikarang Pusat, pada hari Senin (18/09/2023).
“Kami sedang mengevaluasi, nanti kami akan tentukan di mana saja titik-titiknya, berapa jumlahnya, dan saat ini, baik Dinas Pertanian maupun Dinas Sosial, saya perintahkan untuk mengidentifikasi desa-desa yang rawan pangan, akibat dampak dari kenaikan harga beras,” katanya.
Menurut data dari Pusdalops PB-BPBD Kabupaten Bekasi sampai dengan hari Sabtu (16/09/2023), ada sekitar 21.250 hektar lahan pertanian yang terkena kekeringan, dimana 3.615 hektar di antaranya masuk kategori lahan pertanian terancam.
Untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian, Pemkab Bekasi sudah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta II untuk menambah debit air saluran irigasi, membangun long storage, normalisasi di sungai terdekat yang terkena kekeringan, pembersihan saluran sekunder dan tersier, pintu-pintu air, dan juga pompanisasi.
Sementara itu data dari UPTD Pasar Baru Cikarang, pada hari Senin (18/09/2023), harga beras IR I naik dari Rp 13.000/kg menjadi Rp 13.500/kg. Kemudian beras IR II naik dari Rp. 12.000/kg menjadi 12.500/kg. Beras IR 42 naik dari Rp 13.500/kg menjadi Rp 14.000/kg.
Selanjutnya Beras Muncul naik dari Rp 11.500/kg menjadi Rp 12.000/kg dan beras Ramos naik dari Rp 13.000/kg menjadi Rp 14.000/kg atau naik Rp 1.000 dari sehari sebelumnya. (sng)










