Suarapena.com, TANGERANG – Masa peralihan musim dari hujan ke kemarau atau pancaroba tengah berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan berpotensi memicu kejadian cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca selama periode transisi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, masyarakat perlu memperhatikan perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
“Penggunaan pelindung seperti topi, payung, maupun tabir surya sangat disarankan guna menghindari risiko kesehatan,” kata Mahdiar, Senin (20/4/2026).
Selain itu, warga diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat suhu udara yang meningkat.
Di sisi lain, Mahdiar mengingatkan bahwa pancaroba juga dapat memicu hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari area terbuka saat terjadi hujan petir, serta menjauhi pohon besar, bangunan rapuh, dan infrastruktur yang berpotensi roboh saat angin kencang.
“Masyarakat diharapkan rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BPBD maupun BMKG, serta memahami langkah evakuasi jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
BMKG mencatat, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih berada dalam fase transisi musim. Oleh karena itu, potensi cuaca ekstrem dinilai masih cukup tinggi dan perlu diwaspadai oleh masyarakat. (sp/pr)










