Suarapena.com, JAKARTA – Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, suasana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mulai terasa semakin sibuk. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, Komisi V DPR RI turun langsung melakukan pengawasan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan siap menghadapi lonjakan penumpang.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memimpin kunjungan kerja spesifik tersebut. Ia menegaskan bahwa pengawasan ini penting agar publik mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman selama periode libur panjang. Salah satu fokus utama ialah memantau kesiapan Terminal 1C, fasilitas yang baru dioperasikan pada 12 November lalu.
“Kami melihat langsung persiapan Bandara Soekarno-Hatta menyambut Nataru. Terminal 1C, yang baru dioperasikan, menjadi salah satu titik penting yang kami tinjau,” ujar Lasarus dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025).
Terminal 1C yang digunakan untuk penerbangan domestik Citilink ini dinilai membawa angin segar. Kapasitasnya melonjak drastis—dari 3 juta menjadi 9 juta penumpang per tahun, peningkatan tiga kali lipat tanpa perlu membangun terminal baru.
“Kami mengapresiasi Angkasa Pura. Revitalisasi ini efektif, tidak hanya meningkatkan daya tampung tetapi juga kualitas pelayanan kepada masyarakat menjelang Nataru,” tambah Politisi Fraksi PDIP tersebut.
Tak berhenti di terminal, rombongan Komisi V juga meninjau area parkir, fasilitas penunjang, hingga alur pelayanan publik. Termasuk evaluasi soal antrean check-in, penanganan delay, serta akses transportasi dari dan menuju bandara—beberapa aspek yang kerap menjadi keluhan masyarakat ketika arus mudik maupun liburan tiba.
“Ada beberapa titik yang kami minta dibenahi, khususnya terkait kelancaran arus penumpang dan kenyamanan saat terjadi keterlambatan penerbangan. Ini penting agar masyarakat bisa menikmati perjalanan tanpa hambatan,” jelasnya.
Komisi V menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen DPR dalam menjaga mutu layanan transportasi publik di Indonesia. Lasarus bahkan menyebut perlunya belajar dari bandara kelas dunia.
“Tidak harus meniru sepenuhnya, tapi praktik terbaik di bandara seperti Changi bisa menjadi referensi agar pelayanan kita terus meningkat,” ujarnya.
Kunjungan ini turut melibatkan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, jajaran manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, PT Integrasi Aviasi Solusi, serta AirNav Indonesia. Seluruh temuan di lapangan akan ditindaklanjuti melalui langkah teknis serta kebijakan regulasi demi memperkuat kesiapan transportasi udara jelang puncak arus libur Nataru 2025. (r5/rdn)







