Suarapena.com, BANDUNG – Pembangunan halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik di Kota Bandung mulai dikerjakan. Halte tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi massal BRT di kawasan Cekungan Bandung.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mencatat terdapat 232 titik halte yang akan dibangun di wilayah Kota Bandung. Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek Kementerian Perhubungan yang juga mencakup wilayah Kota Cimahi.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Ferlian Hadi, mengatakan total terdapat 256 halte off corridor yang direncanakan dibangun di wilayah Cekungan Bandung.
“Untuk halte off corridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi,” ujar Ferlian, Sabtu (7/3/2026).
Menurut dia, ratusan halte tersebut tersebar di 22 kecamatan di Kota Bandung.
Ia menjelaskan, dari 232 titik halte yang akan dibangun di Kota Bandung, sebanyak 172 titik merupakan bus pole atau penanda halte berbentuk tiang. Kemudian, 80 titik berupa small shelter, dan 4 titik lainnya merupakan big shelter.
Adapun halte berukuran besar atau big shelter direncanakan dibangun di empat lokasi strategis, yakni Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.
Jika dilihat dari status jalan, sebanyak 38 halte berada di jalan nasional, 45 halte di jalan provinsi, dan 149 halte berada di jalan kota.
Selain halte off corridor, juga akan dibangun halte on corridor yang berada di jalur khusus BRT. Jumlahnya diperkirakan sekitar 37 titik.
Ferlian menjelaskan, konsep halte on corridor akan berada di jalur khusus yang dipisahkan menggunakan separator, menyerupai sistem busway.
“Kalau yang on corridor jalurnya khusus. Sedangkan yang off corridor menggunakan mix traffic atau bercampur dengan kendaraan lainnya,” kata dia.
Saat ini, pembangunan halte off corridor sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi. Berdasarkan data Dishub Kota Bandung, terdapat sekitar 27 titik yang telah memasuki tahap pengerjaan awal.
Beberapa lokasi tersebut berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion GBLA, Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, serta Jalan Merdeka.
Pekerjaan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap awal, seperti pembongkaran dan persiapan lahan.
Ferlian mengatakan, berdasarkan timeline dari Kementerian Perhubungan, pembangunan halte BRT baik on corridor maupun off corridor ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bandung turut berperan mendukung pelaksanaan pembangunan, mulai dari membantu proses perizinan hingga penyiapan lahan.
“Setelah pembangunan selesai, pengelolaan BRT nantinya berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini Dishub Provinsi Jawa Barat sudah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara untuk pengoperasiannya,” ujar Ferlian.
Ke depan, layanan BRT juga akan diintegrasikan dengan transportasi yang sudah ada. Angkutan kota direncanakan akan berperan sebagai feeder yang mengumpankan penumpang menuju koridor BRT.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan maupun masukan terkait pelaksanaan pembangunan BRT melalui layanan aduan di nomor 0813-1436-704. (sp/ray)










