Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika sebagai ideologi negara dalam persatuan bangsa. Generasi muda sekarang punya tantangan dalam lanskap ke-Indonesiaan, ke-bhinekaan, hingga menjaga relasi budaya di negeri ini.
Potensi konflik yang besar, ketimpangan ekonomi, hingga tantangan resesisi sudah sangat nyata, juga berbagai persoalan di hampir seluruh aspek kehidupan harus dihadapi generasi muda. Permasalahan lain yang mencakup hampir semua aspek kehidupan lingkungan hidup, sosial, tenaga kerja, seni, dan teknologi.
Di era reformasi dan globalisasi saat ini tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Penjajahan tidak lagi secara fisik, tetapi lebih secara mental dan spiritual. Pelemahan ideologi dalam berbagai hal, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sudah pantaskah kita menjadi generasi muda penerus bangsa? Maukah kita menjadi generasi muda penerus bangsa? Dan siapkah kita untuk menjadi generasi muda penerus bangsa?
Era globalisasi ini bisa membuat identitas keIndonesiaan semakin hilang. Maka dala hal ini pemuda Indonesia harus memiliki peran untuk menjawab tantangan bangsa Indonesia agar tidak kehilangan identitasnya. Di era digitalisasi ini, pemuda diharapkan menjaga identitas ke-Indonesiaan-nya dalam menghadapi pergaulan bertaraf global dengan tidak hidup yang hanya mengikuti trend semata namun harus disertai dengan berkarya sesuai seleranya.
Generasi muda menjadi pelopor utama untuk terus semangat, kerja keras, gotong royong, dan rela berkorban dalam konteks kekinian. Sehingga generasi mudanya bisa kreatif, inovatif, adaptif dan konsisten dengan gagasannya. Indonesia sebagai negara dengan bonus demografi memiliki peluang untuk menjadi negara yang besar. Bonus demografi ini berarti populasi anak muda atau remaja lebih besar dibandingkan orang dewasa atau orang tua.







