Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Pencak Silat Ujungan Jadi Logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-73, Ini Maknanya

×

Pencak Silat Ujungan Jadi Logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-73, Ini Maknanya

Sebarkan artikel ini
Logo dan Makna Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-73.
Logo dan Makna Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-73.

Suarapena.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab Bekasi) baru saja meluncurkan logo hari jadi Kabupaten Bekasi ke-73.

Mengangkat tema “Makin Berani Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Memperkuat Ekonomi dan Harmoni”, logo hari jadi Kabupaten Bekasi ke 73 ini merupakan gabungan dari logotype yang menggambarkan angka 73 dan logo abstract yang menggambarkan salah satu kesenian bela diri yang berasal dari Bekasi.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Desain logo ini sengaja dibuat dengan tampilan sederhana namun atraktif dengan hanya menampilkan satu elemen budaya yang mendominasi pada logo ini, yaitu seni pencak silat ujungan.

Berita Terkait:  Logo Hari Santri Nasional Sudah Dirilis, Begini Filosofinya

Pencak Silat Ujungan merupakan kesenian tertua yang ditemukan sekitar tahun 130 Masehi di era kerajaan salakanegara. Pencak silat ujungan ini juga merupakan kesenian budaya Bekasi yang dipengaruhi oleh suku betawi dan sunda.

Kesenian ketangkasan bela diri ini tergolong unik, yang mana para pemain menggunakan tongkat rotan untuk menghadapi lawannya. Dan hanya orang bernyali dan pemberani yang dapat memainkan seni pencak silat ini.

Dalam permainan ujungan ini, yang harus diperhatikan dan dipertahankan adalah menjaga agar ujung kaki tidak terkena ujung rotan, karena dalam permainannya yang menjadi sasaran untuk melumpuhkan lawan adalah area lutut kebawah.

Berita Terkait:  Tiga Sektor Pajak Digenjot Guna Optimalisasi Capaian PAD

Untuk makna angka 7 dan 3 yang menyatu ini melambangkan jalinan persaudaraan yang erat antar masyarakat tanpa membedakan suku, etnis, dan budaya yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sedangkan kepala berkopiah, sebagai penutup kepala bagi laki-laki khas betawi. Kepala berwarna merah melambangkan mindset juara, pemberani, dan selalu ingin terdepan.

Kemudian dua anak panah merepresentatsikan sinergi antara pemerintah kabupaten dan peran masyarakat yang berjalan beriringan sehingga terwujud kesejahteraan bersama. Dengan itulah, maka terciptalah logo yang memiliki daya tarik dan karakter yang kuat seperti sekarang ini. (Bo/Sp)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca