Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Peringati HPSN 2022, Para Pecinta Lingkungan Turun Aksi

×

Peringati HPSN 2022, Para Pecinta Lingkungan Turun Aksi

Sebarkan artikel ini
Tampak terlihat para pemuda dari berbagai organisasi berkolaborasi membersihkan sampah di Pantai Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto/Istimewa)
Tampak terlihat para pemuda dari berbagai organisasi berkolaborasi membersihkan sampah di Pantai Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto/Istimewa)

SUARAPENA.COM – Persoalan sampah masih menjadi perhatian serius dikalangan masyarakat.

Namun, tak sedikit juga masyarakat yang masih acuh akan persoalan ini.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, para pemuda dari berbagai organisasi menggelar aksi bebersih sampah disepanjang Pantai Geopark, Desa Mandrajaya, Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat.

Aksi bebersih ini sebenarnya rutin dilakukan oleh para pemuda dan masyarakat setempat. Tak hanya dilakukan saat ada momentum saja.

Geopark Ciletuh yang merupakan UNESCO Global Geopark menyimpan sejumlah tempat wisata alam yang menarik.

Mulai dari pantai, air terjun, hingga bukit. Semua panoramanya tampak terlihat eksotik.

Meski begitu, keindahan alam yang eksotik sekejap hilang ketika banyaknya sampah berserakan di kawasan itu.

“Ketika terjadi angin barat, maka sampah akan membanjiri kawasan ini. Biasanya kita bersama masyarakat secara inisiatif langsung membersihkan itu.

Berita Terkait:  Surpres Jokowi ke DPR Hanya Usulkan Satu Nama Calon Panglima TNI

Dalam kurun waktu dua sampai tiga hari, biasanya kita membersihakan sampah sampai 2 ton,” ujar Direktur Bank Sampah Rakyat Ciracap Asep Mahpudin dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/2/2022).

Selain melakukan bebersih, Asep bersama rekan yang lainnya juga mengajak para wisatawan yang berkunjung untuk tetap menjaga kebersihan.

Ia pun meminta Pemerintah secara serius melihat dan merespon persoalan ini.

“Kita berharap semua pihak peduli akan persoalan dan pengelolaan sampah ini.

Jangan sampai, UNESCO Global Geopark yang dikategorikan surganya para wisatawan yang indah malah dicap buruk akibat sampahnya sangat luar biasa banyak.

Oleh karena itu, bentuk kolaborasi semua pihak menjadi relevan dalam menjaga keindahan dan kelestarian kawasan ini,” bebernya.

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Desa Mandrajaya Mochamad Yusuf menilai, berserakannya sampah bukan saja semata disebabkan hembusan angin barat yang menerpa.

Tapi menurutnya, keterbatasan tempat sampah dan ketidakpedulian akan kebersihan juga menjadi faktor yang menyebabkan sampah berserakan dan menumpuk.

Berita Terkait:  Tahun Ini Pemprov Jabar Fokus Kembangkan Wisata Alam

“Selain keterbatasan tempat sampah, kepedulian akan kebersihan harus digaungkan secara terus menerus. Sehingga, masyarakat, wisatawan dan siapapun yang berada di tempat ini dapat menjaga kelestariannya,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Yusuf mengaku secara rutin pihaknya membersihkan kawasan ini dari sampah. Namun, karena keterbatasan alat dan SDM, pembersihan sampah di Pantai Geopark sering kali masih belum optimal.

“Kita memang rutin membersihkan, tapi kita pun terbentur oleh alat. Kita gak punya armada pengangkut sampah, alat babat rumput, dan pengangkut sampah ke tempat sampah yang lengkap.

Seandainya pemerintah memberikan bantuan itu, kita yakin dapat optimal,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, gelaran aksi bebersih sampah disepanjang Pantai Geopark, Ciletuh, Sukabumi ini berkolaborasi dengan para relawan kemanusiaan dan lingkungan Teladanku, LAZ Jariyahku, dan Muda Berdaya. (Bo/cr01)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca