Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Rapat Bersama Forkopimcam, Gani Muhamad: Data Bansos yang Tak Sinkron Akan Dikroscek

×

Rapat Bersama Forkopimcam, Gani Muhamad: Data Bansos yang Tak Sinkron Akan Dikroscek

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI – Pj Wali Kota Bekasi, R. Gani Muhamad melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Jatisampurna, dalam kunjungan tersebut di hadiri oleh Forkopimcam maupun unsur masyarakat perwakilan RT RW di masing-masing Kelurahan, Rabu (25/10/2023) di aula kantor kecamatan setempat.

Camat Jatisampurna, Nata Wirya, mengawali sambutan pada giat kunjungan kerja Pj. Wali Kota Bekasi, memaparkan beberapa profil maupun kegiatan pelayanan dan proyek pembangunan bidang pendidikan yang perlu dilaksanakan oleh pemkot sendiri di depan kepala daerah tersebut.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pada kesempatannya, Pj Wali Kota bekasi menjawab pemaparan oleh camat setempat, bahwa pemerintah Kota bekasi akan menindaklanjuti nya baik itu saran maupun pesan dari kepala wilayah setempat.

“Ini adalah kunjungan kerja dalam rangka silaturahmi perkenalan di depan para pejabat maupun pegawai dilingkungan pemerintahan kecamatan jatisampurna maupun kepada RT dan RW setempat,” ujar R. Gani Muhammad kepada wartawan.

Setelah melakukan dialog di aula kantor kecamatan jatisampurna, Pj Wali kota meninjau persiapan pembangunan lahan parkir dan rencana gedung baru di lahan milik RSUD Type D. Setelah itu mengecek lantai atas di gedung B tepatnya di ruang ODGJ.

“Saya terkesan dengan sarana prasarana di ruang ODGJ milik RSUD Type D jatisampurna, sebab saya lihat di daerah maupun di pusat banyak pusat kesehatan yang kurang peduli dengan ODGJ. Saya sangat apresiasi dengan pemkot bekasi,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Pj Wali Kota Bekasi Ikuti Program PAKU Integritas dari KPK

Dirinya mengapresiasi kepada dinas kesehatan, lanjut R. Gani Muhamad, karna mau peduli dengan ODGJ sehingga ada fasilitas penanganan di RSUD Type D Jatisampurna. “Bahkan sembari menangani kesehatan ODGJ juga dibuatkan KTP nya,” ucapnya.

“Bahkan di kabupaten/ Kota lainnya fasilitas untuk ODGJ di RSUD type D belum ada. Kedepan apresisasi yang kita berikan untuk RSUD ini dalam bentuk perluasan maupun tambahan pembangunan fasilitasnya, sebab seperti jumlah rawat inapnya masih 50 masih perlu di tingkatkan, belum lagi ODGJ ini kan perlu penanganan khusus baik tempat maupun perawatnya,” tuturnya.

*Bagaimana menurut Pj. Wali Kota Bekasi Terkait Polemik Masih Banyaknya Penerima Bansos Yang Tidak Tepat Sasaran..?

Menurut R. Gani Muhamad, terkait data penerima manfaat bansos Dinsos maupun Dinkes yang di rasa warga jatisampurna masih ada yang kurang tepat sasaran, pihak pemkot bekasi akan melakukan kroscek lebih lanjut.

“Saya menyimak semua apa yang ada di pemberitaan tetapi kita harus by data supaya kita tidak menimbulkan fitnah. Tetapi akan kita tindaklanjuti untuk kita kroscek terkait kebenaran atas informasi tadi,  jika itu benar terjadi akan kita benahi,” tegasnya.

Diketahui, pada hari senin kemarin (23/10) PT. Pos Indonesia melakukan pendistribusian bantuan sosial bagi Keluarga Rawan Stunting (RKS) di kelurahan jatikarya dan jatisampurna dan beberapa waktu lalu di kelurahan lainnya. Namun tak sedikit keluhan masyarakat setempat yang mengeluhkan terhadap penerima manfaat tersebut ada beberapa yang tergolong masyarakat mampu.

Berita Terkait:  Berhasil Dorong UMKM, Kota Bekasi Raih Penghargaan Natamukti

Menurut penuturan salah satu staf pegawai kelurahan jatirangga pada saat pendistribusian bantuan bansos untuk KRS tersebut data para penerima manfaat masih ada beberapa yang tak tepat sasaran, pasalnya sekitar 8 penerima dilihat oleh warga yang datang adalah golongan warga mampu.

Mirisnya, selain bansos untuk KRS melalui data Dinkes, data penerima bansos dari dinas sosial juga di rasa masih banyak yang tak tepat sasaran. Seperti yang di alami oleh ibu Jubaedah janda tiga anak di RW02 kelurahan jatisampurna yang bekerja sebagai buruh tukang cuci, dirinya pasca pandemi Covid tak terdata sebagai penerima manfaat bansos baik bansos beras maupun BLT.

“Sepanjang pandemi Covid saya dapat 6 kali sembako, setelah itu sampai sekarang tak ada lagi bantuan,” ungkap Ibu Jubaedah beberapa waktu lalu.

Pasca pandemi Covid 19 di kota Bekasi, menjadi perhatian bagian masyarakat kota Bekasi yang mempertanyakan data yang di input oleh dinas terkait. “Kita update terus memverifikasi data warga yang prioritas untuk dapat bansos ke dinas terkait, namun saat pendistribusian kenyataannya data yang kita ajukan tidak terdaftar sebagai penerima manfaat bansos tersebut,” ungkapnya staf kelurahan di wilayah kecamatan jatisampurna.

Ada juga, sebagian warga yang sering di data oleh RT RW maupun petugas PSM maupun TKSK namun akhirnya tak dapat bantuan sosial juga. (Yudhi)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca