Suarapena.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, perbaikan jalan rusak di sejumlah wilayah Jakarta belum dapat dilakukan secara optimal karena tingginya curah hujan. Menurut dia, perbaikan yang dilakukan saat ini berisiko tidak bertahan lama dan kembali rusak setelah diguyur hujan deras.
Pramono menyampaikan, Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta sejatinya siap melakukan penanganan terhadap jalan-jalan berlubang. Namun, perbaikan yang dilakukan saat curah hujan masih tinggi dinilai tidak akan bertahan lama.
“Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang. Tetapi sampai dengan tanggal 1 Februari 2026 curah hujannya masih tinggi. Kalau dilakukan sekarang, satu-dua hari pasti akan terkelupas kembali,” ujar Pramono di Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).
Ia mencontohkan, penambalan jalan yang dilakukan di Jalan Gatot Subroto beberapa waktu lalu kembali rusak setelah diguyur hujan deras.
“Itu terjadi kemarin di Jalan Gatot Subroto. Saya memerintahkan secara langsung, tetapi begitu hujan dengan curah hujan tinggi, jalannya kembali rusak,” katanya.
Karena itu, Pramono meminta Dinas Bina Marga tidak hanya melakukan penambalan sementara, melainkan pengaspalan ulang agar kondisi jalan lebih tahan lama. Menurut dia, proses pengaspalan ulang membutuhkan waktu dan harus dilakukan saat cuaca memungkinkan.
Pramono memastikan, anggaran perbaikan jalan tidak menjadi kendala bagi Pemprov DKI Jakarta. Ia menegaskan, dana telah disiapkan dan perbaikan akan dilakukan segera setelah curah hujan berkurang.
“Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu. Untuk Jakarta, anggaran bukan masalah,” ujar Pramono. (sp/bj)










