Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jakarta

Pramono: Nilai Marhaenisme Masih Relevan bagi Gen Z, Harus Diwujudkan dalam Kebijakan

×

Pramono: Nilai Marhaenisme Masih Relevan bagi Gen Z, Harus Diwujudkan dalam Kebijakan

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadir dalam peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadir dalam peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).

Suarapena.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai nilai-nilai Marhaenisme masih relevan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurut dia, nilai tersebut tidak cukup hanya menjadi bahan diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pramono mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan digital, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, dan dinamika sosial, generasi muda membutuhkan ruang untuk memperluas perspektif serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Di tengah derasnya arus digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga berbagai dinamika sosial, generasi muda membutuhkan ruang untuk memperluas perspektif, mengasah pemikiran kritis, dan memahami berbagai persoalan secara lebih utuh,” kata Pramono.

Berita Terkait:  RPTRA Kalijodo Bersolek, Pramono Siapkan Revitalisasi demi Ruang Publik yang Lebih Hidup

Ia menilai, nilai-nilai Marhaenisme yang menekankan keberpihakan kepada rakyat, semangat gotong royong, dan upaya mengurangi ketimpangan sosial masih memiliki relevansi dalam pembangunan saat ini.

Namun, menurut Pramono, implementasi nilai-nilai tersebut tidak mudah dan harus diwujudkan dalam kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan.

“Sering kali kita berbicara tentang Marhaenisme dalam ruang diskusi, tetapi implementasinya tidak mudah dilakukan secara konkret. Bagi saya, esensinya adalah bagaimana pemerintah mampu mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling bawah,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Pramono, terus memperkuat pelayanan di sektor kesehatan dan pendidikan.

Di bidang kesehatan, Pemprov DKI mempertahankan anggaran pelayanan kesehatan agar masyarakat tetap memperoleh layanan melalui 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu milik pemerintah.

Sementara di sektor pendidikan, Pemprov DKI melanjutkan berbagai program, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Program Pemutihan Ijazah, serta pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.

Berita Terkait:  Ada Car Free Night saat Malam Takbiran, Thamrin–Sudirman Ditutup Sementara

Selain itu, mulai tahun depan Pemprov DKI berencana meluncurkan program beasiswa daerah bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Pramono berharap peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z dapat memperkuat tradisi intelektual sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, inovatif, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

“Jakarta membutuhkan generasi muda yang aktif berdiskusi, berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta berani menghadirkan gagasan bagi masa depan kota dan bangsa. Kemajuan Indonesia selalu lahir dari keberanian untuk berpikir, berdialog, dan mencari solusi bersama,” kata Pramono. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca