Suarapena.com, JAKARTA – Pembangunan LRT Jakarta lintas Velodrome-Manggarai hampir rampung. Hingga minggu keempat Juli 2026, progres pembangunan telah mencapai 97,9 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan jalur tersebut mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026. Kehadiran LRT hingga Manggarai diharapkan semakin memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota dan kawasan aglomerasi.
“Ini akan memberi banyak kemudahan bagi warga Jakarta maupun dari sekitar Jakarta, aglomerasi yang akan menggunakan fasilitas yang ada, baik itu LRT, KRL maupun tempat ini yang di Manggarai. Karena semuanya transportasinya menjadi lebih mudah,” ujar Pramono, Kamis (13/8/2026).
Pramono mengatakan, pekerjaan yang tersisa saat ini terutama berada pada sistem persinyalan di sejumlah titik.
Ia menargetkan seluruh pekerjaan persinyalan dapat diselesaikan pada 20 Agustus 2026.
“Kalau ditanya berapa kesiapan secara keseluruhan, sekarang ini sudah di angka 97,9 persen, jadi hampir 98 persen. Apa yang kurang? Yaitu hanya pensinyalan di beberapa titik, tetapi akan selesai tanggal 20 Agustus ini,” katanya.
Lintas Velodrome-Manggarai memiliki panjang 6,4 kilometer dan merupakan bagian dari jalur LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai sepanjang 12,2 kilometer.
Proyek tersebut didukung investasi sebesar Rp12,1 triliun dan memiliki 11 titik pemberhentian.
Selain persinyalan, sejumlah pekerjaan akhir juga masih dilakukan, antara lain penyempurnaan akses keluar-masuk penumpang dan fasilitas bagi penyandang disabilitas, seperti guiding block dan lift.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro juga melakukan sejumlah pengujian dan verifikasi sebelum layanan beroperasi.
Pengujian tersebut meliputi uji jalur, sistem persinyalan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), hingga Safety Assessment.
Pengoperasian LRT hingga Manggarai dinilai akan memberikan pilihan perjalanan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat.
Stasiun LRT Jakarta Manggarai nantinya terhubung dengan Halte Transjakarta Manggarai, Stasiun Manggarai KRL Commuter Line, serta layanan KA Bandara.
Dengan integrasi tersebut, penumpang dapat berpindah moda dengan lebih mudah. Kawasan Manggarai pun diproyeksikan semakin kuat sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta.
Pramono mengatakan, jalur LRT ini juga menghubungkan sejumlah wilayah utama Ibu Kota.
“Tanpa disadari, inilah yang menghubungkan tiga wilayah utama Jakarta, yaitu mulai dari utara, Kelapa Gading, kemudian Jakarta Timur, dan sekarang kita berada di Jakarta Selatan,” ujar dia.
Menurut Pramono, jaringan tersebut nantinya dapat menjangkau empat wilayah Jakarta apabila diperpanjang hingga Dukuh Atas.
“Jadi Jakarta Utara, Timur, Selatan, dan Jakarta Pusat,” katanya.
Setelah lintas Kelapa Gading-Manggarai beroperasi penuh, jumlah penumpang LRT diproyeksikan mencapai sekitar 60.000 orang per hari pada tahap awal.
Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 80.000 penumpang per hari dalam kondisi normal.
Layanan LRT direncanakan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Sementara itu, kapasitas satu rangkaian kereta mencapai sekitar 275 penumpang.
Pramono optimistis semakin terhubungnya berbagai moda transportasi akan mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.
“Kalau ini sudah terkoneksi, hampir semua terkoneksi, kecuali mungkin penyelesaian untuk MRT dari barat ke timur. Dan kalau itu sudah dilakukan, saya yakin penggunaan transportasi umum di Jakarta akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Selain menjadi simpul transportasi, kawasan Manggarai juga dinilai memiliki potensi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep TOD.
Pramono memperkirakan pembangunan kawasan TOD akan semakin berkembang seiring meningkatnya akses transportasi menuju Manggarai.
“Nanti di tempat ini, baik dilakukan oleh pemerintah pusat atau pemerintah Jakarta atau swasta, akan dibangun banyak TOD-TOD baru,” kata Pramono.
Ia bahkan membandingkan potensi Manggarai ke depan dengan kawasan Blok M yang saat ini menjadi salah satu pusat aktivitas dan transportasi Jakarta.
“Orang akan berebut untuk datang ke tempat ini karena memang transportasi utama Jakarta, salah satunya, berhentinya di tempat ini,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan rencana perluasan konektivitas LRT ke sejumlah kawasan strategis.
Beberapa di antaranya adalah rencana jalur dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta koneksi dari Velodrome menuju kawasan kereta cepat Whoosh di Halim.
Pramono juga berencana membahas dengan pemerintah pusat peluang pengembangan layanan kereta bandara agar perjalanan dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta semakin mudah.
“Kalau kereta bandara bisa dimulai juga dari Manggarai, jadi dari Manggarai ke bandara tidak perlu orang berpindah, tetapi dari Manggarai bisa langsung ke BNI City dan langsung ke bandara,” tuturnya. (sp/pr)







