Suarapena.com, BEKASI – Pedagang Pasar Bantargebang di Kota Bekasi direlokasi oleh Pemerintah Kota Bekasi, dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin). Proses relokasi berjalan dengan lancar, bahkan para pedagang mengemas barang-barang mereka sendiri, Kamis (5/10/2023).
Tampak hadir dalam relokasi pedagang yakni gabungan dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pihak TNI/Polri, dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi.
Relokasi ini merupakan bagian dari proses revitalisasi Pasar Bantargebang yang sempat terhenti selama hampir setahun. Sesuai rencana, pagar pembatas akan segera dibangun di belakang pasar oleh pengembang PT Javana Arta Perkasa.
Budiman, Kepala Bidang Pasar Disdagperin Kota Bekasi, serta Nathan Yudha, Direktur Operasional PT Javana Arta Perkasa, turut hadir memantau proses relokasi.
Budiman mengungkapkan bahwa proses revitalisasi Pasar Bantargebang akan dilanjutkan. “Kami melakukan pembersihan di area belakang pasar agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Target pengerjaannya dilakukan delapan bulan ke depan,” ungkapnya.
Budiman juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses relokasi berjalan dengan aman dan lancar.
“Dengan kelancaran proses relokasi hari ini, pengembang dapat langsung bekerja untuk melaksanakan tahapan-tahapan pekerjaan revitalisasi Pasar Bantargebang,” ungkapnya.
Nathan Yudha menyatakan bahwa pedagang yang direlokasi dapat langsung menempati kios atau tempat berdagang di lantai basement yang sudah tertata rapih.
“Pedagang yang direlokasi ini sebenarnya sudah memiliki kios di lantai basement, jadi mereka bisa langsung berdagang di lantai basement yang tempatnya lebih bersih dan nyaman,” katanya.
Yudha berharap proses revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target yang ditentukan. “Kami sebagai pengembang mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua stakeholder untuk membangun Pasar Bantargebang yang lebih bersih dan tertata rapih,” tutup dia. (sng)










