Scroll untuk baca artikel

Pemerintahan

Revitalisasi Pengembangan Stasiun Bekasi Capai 78,84 Persen

×

Revitalisasi Pengembangan Stasiun Bekasi Capai 78,84 Persen

Sebarkan artikel ini
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau pembangunan Stasiun Bekasi, Minggu (18/4/2021).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau pembangunan Stasiun Bekasi, Minggu (18/4/2021).

SUARAPENA.COM – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan revitalisasi Stasiun Bekasi yang termasuk kedalam bagian proyek pembangunan rel dwi ganda atau double double track (DDT) Manggarai-Cikarang paket B akan selesai pada akhir tahun 2021.

Ia mengatakan bahwa progres pengembangan Stasiun Bekasi sudah mencapai 77,84%.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Hari ini kita menyaksikan bahwa pemerintah secara konsisten walau di masa pandemi tetap membangun.

Ditjen Perkeretaapian serta PT KAI secara konsisten melakukan pembangunan Jabodetabek untuk prasarana rel dwi ganda dan empat stasiun dengan dana lebih dari 6 triliun rupiah.

Artinya, kita memberikan perhatian yang luar biasa pada masyarakat di Jabodetabek,” papar Budi saat melakukan tinjauan ke Stasiun Bekasi, Minggu (18/4/2021).

Budi mengungkapkan, selain Stasiun Bekasi, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian juga tengah merevitalisasi Stasiun Manggarai, Jatinegara, dan Cikarang. Nantinya, stasiun itu juga dapat melayani kereta api jarak jauh selain Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.

Berita Terkait:  Pemda, Baca Nih! Kementerian ESDM Minta Awasi Penggunaan LPG 3kg

Ia menambahkan, pembangunan rel dwi ganda dan revitalisasi stasiun ini juga dilakukan guna mengoptimalkan perjalanan kereta jarak jauh.

“Apa artinya DDT? artinya jalur kereta keluar kota (jarak jauh) dan kereta dalam kota itu akan dipisahkan. Jadi, akan ada 4 (empat) rel dari Manggarai hingga Cikarang.

Dengan adanya pembangunan rel dan revitalisasi 4 (empat) stasiun yaitu Jatinegara, Manggarai, Bekasi dan Cikarang, maka konsentrasi dari masyarakat bisa dilakukan dengan baik dan tidak bertumpuk di suatu tempat,” jelas dia.

Menhub juga mengatakan, dengan adanya pemisahan jalur kereta api jarak jauh dan KRL, maka akan membawa dampak positif bagi operasional KRL.

Berita Terkait:  Calo TKK Lingkungan Wali Kota Bekasi Diringkus Polisi

Karena dengan begitu, kata dia, akan memberikan waktu tunggu kedatangan antar kereta atau headway yang lebih baik. Sehingga kapasitas kereta juga akan meningkat.

“Pemisahan jalur ini juga memberikan suatu manfaat bagi kereta komuter, yaitu jarak kedatangan antar kereta atau headway yang lebih baik.

Kalau sekarang itu, headway satu kereta dengan kereta yang lain adalah 10 menit, dan khusus ke arah Bekasi kapasitasnya bisa mencapai 200.000 orang. Dengan headway yang lebih singkat menjadi 5 menit, kapasitasnya akan meningkat menjadi 400.000 orang.

Jadi, nantinya akan memungkinkan masyarakat Bekasi dan sekitarnya untuk menggunakan KRL ini sebagai moda utama,” terangnya. (Bo)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Berlangganan