SUARAPENA.COM – Penundaan pemberlakuan PTM 100 persen di sejumlah wilayah di Propinsi Jawa Barat terutama Bogor, Depok, dan Bekasi disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, Dedi Supandi melalui beberapa media online pada, Rabu (5/1/2022).
Jika dicermati, Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/202l, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) dilihat dari syarat PTM Terbatas dengan kapasitas siswa 100 persen Kota Bekasi telah memenuhi kriteria.
“Kita tetap kalau melihat kondisi sebenarnya kita sudah siap PTM, tetapi karena memang kita melihat kondisi DKI dan instruksi Dinas Pendidikan Jawa Barat, kita menjaga juga jangan sampai tertular. Kondisi persiapan PTM 100 persen kita sudah siap. Mengingat vaksinasi tingkat tendik dan peserta didik sudah, mencapai 98 persen, dan lansia sudah mencapai 56 persen,” kata Inayatulah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi di ruang kerjanya pada, Senin (10/1/2022).
Kata Inay, terkait dengan proses pembelajaran tatap muka. Sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan juga dengan arahan Plt. Wali Kota Bekasi.
“Bahwa proses pembelajaran tatap muka melihat perkembangan Covid, bahwa dua atau tiga minggu kedepan kita akan mulai PTM 100 persen tetapi di kota Bekasi kita sudah melaksanakan PTM 50 persen mulai TK, SD, dan SMP, begitupun dengan SMA sama sesuai dengan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat,” katanya.
“Sekarang ini kita sedang merumuskan panduan pembelajaran semester genap menuju PTM 100 persen dan surat edaran mulai dari TK, SD, SMP, SMA, Aliyah, Lembaga Kursus hingga Pondok Pesantren. Akan kita kaji perkembangan Covid 19 dan melihat situasi dan perkembangan omicron. Meskipun di Kota Bekasi belum ada kasus omicron sampai saat ini, tetapi kita tetap menjaga karena kesehatan anak/ peserta didik yang paling utama,”
Meskipun di kota bekasi sudah melaksanakan hybrid blended learning atau di kota bekasi dikenal dengan sijaluring (Sistem Pembelajaran Luring dan Daring).
Inay menambahkan, jika melihat kondisi sebenarnya Kota Bekasi sudah siap PTM 100 persen, tetapi karena memang melihat kondisi DKI dan instruksi Dinas Pendidikan Jawa Barat, pihaknya menjaga juga jangan sampai tertular. Kondisi persiapan PTM 100 persen sudah siap. Mengingat vaksinasi tingkat tendik dan peserta didik sudah mencapai 98 persen, dan lansia sudah mencapai 56 persen.
“Ketika hasil evaluasi tidak ada lonjakan angka Covid bisa saja kita segera membuka PTM 100 persen dengan protokol kesehatan ketat. Kita sudah melakukan koordinasi dan rekomendasi dari dinas kesehatan, untuk sementara melihat perkembangan dan rencana itu,” terang Inay.
Ia menambahkan, walaupun hasil sampling PCR seminggu yang lalu tidak ada yang positif tetapi kan kita mengikuti kebijakan yang ada, walaupun kebijakan SKB 4 menteri. Sudah dijelaskan bahwa adakan kategori A, kategori, B, sampai dengan kategori F. Sementara untuk PPKM level 1 dan 2 misalnya pendidik dan tenaga pendidik di atas 80 persen, lansia di atas 50 persen kapasitas PTM bisa 100 persen. Jadi full, sekolah sehari maksimal 6 jam.
“Kalau dilihat dari sini sebenarnya kita sudah terpenuhi, tapi kalau kita melihat perkembangan omicron ini, bisa saja kebijakan Ketua Komite penangan Covid dan pemulihan ekonomi, dua sampai dengan tiga minggu, kalau sampai satu minggu ini kita lihat tidak ada perkembangan atau lonjakan bisa saja kita lakukan PTM 100 persen, hal ini kita evaluasi. Insya Allah sekolah sudah siap melaksanakan PTM 100 persen dan secara Infrastruktur sudah siap, dan juga kita sudah membuat regulasinya,” tutup Inay. (sng)










