Khoironi menjelaskan, di panti asuhan tersebut terdapat 26 anak asuh yang berasal dari warga sekitar. Ada juga anak-anak dari Demak dan Purwodadi.
“Yayasan ini sudah berdiri sejak tahun 2006. Namun untuk eksis berkegiatan dengan anak-anak ini kita sejak tahun 2007. Awalnya pesantren dulu, terus baru kita ada panti asuhannya juga,” jelasnya.
Khoironi menambahkan, sejak awal berdiri sampai sekarang ini, baik panti asuhan maupun pondok pesantren, menopang segala kegiatannya secara mandiri. Mereka memiliki usaha menjual madu dan obat herbal.
“Mohon untuk lebih diperhatikan saja dalam kami mengasuh anak-anak ini, kebetulan belum ada bantuan dari Dinsos. Sumber dana kebetulan dari independen. Jadi kami melaksanakan kegiatan dengan anak-anak, wirausaha untuk menopang kegiatan. Untuk donatur kami memang tidak terikat. Ada kalanya yang memang mau mendatangi, sumbangsih, kami terima,” ujarnya.
Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, kunjungannya ke panti asuhan itu untuk bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Sejak hari pertama Ramadan 1444 H, Ganjar berkeliling ke panti asuhan sembari gowes menjelang buka puasa. Ia sangat senang karena banyak orang-orang baik yang merelakan diri untuk membantu dan mengasuh anak-anak yatim dan piatu.










