Scroll untuk baca artikel
HeadlineHukrim

Razia Obat-obatan tak Berizin, Polisi Malah Temukan Hewan Dilindungi

×

Razia Obat-obatan tak Berizin, Polisi Malah Temukan Hewan Dilindungi

Sebarkan artikel ini
obat dan hewan dilindungi
Petugas memasang police line di lokasi razia obat tak berizin yang juga ditemukan hewan dilindungi. Foto: ars/suarapena.com

SUARAPENA.COM – Polres Metro Bekasi temukan adanya praktik pemeliharaan hewan dilindungi dalam razia obat-obatan di toko obat Jl. Raya Ki Hajar Dewantara, Desa Karangasih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam razia obat ini, polisi tidak saja mengamankan obat yang dijual tanpa izin di toko obat Cung-U, tetapi juga hewan dilindungi seperti Siamang, Elang Bondol (Haliastur Indus), Monyet abu-abu ekor panjang, dan dua ekor buaya sepanjang 130 sentimter.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Jadi saat kita sedang merazia obat-obatan di toko Cung-U, ada warga yang memberikan informasi bahwa ada yang memelihara hewan dilindungi pemerintah,” beber Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi, Kompol Ahmad Fanani, Senin (25/9/2017).

Praktik pemeliharaan hewan yang dilindungi itu dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan aduan dari warga, bahwa selain menjual obat tanpa izin pemilik toko obat Cung-U juga memelihara hewan yang dilindungi.

Berita Terkait:  Polisi Bekuk Komplotan Perampok Spesialis Nasabah Bank di Cikarang

Kegiatan razia obat tanpa iziin edar sendiri dilakukan Tim Gabungan Polres Metro Bekasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi, serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jabar di beberapa apotek yang berada di Kecamatan Cikarang Utara, Senin (18/9/2017).

elang hewan dilindungi
Elang sebagai salah satu spesies hewan dilindungi yang ditemukan dalam razia obat tak berizin di Cikarang, Kabupate Bekasi, Jawa Barat. Foto: ars/suarapena.com

Selanjutnya, atas temuan hewan dilindungi, pihak kepolisian menyerahkan kasus tersebut ke Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi untuk ditindaklanjuti. Dalam penanganannya, polisi akan bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat.

Berita Terkait:  Dari Bus P 9A Bekasi - Senen, Api Hanguskan 10 Bus Mayasari Bhakti

“Kepolisian akan berkoordinasi dengan BKSDA untuk menindaklanjutinya, karena diduga telah melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Kepolisian juga akan memanggil dan melakukan pemeriksaan pada pemilik hewan,” tutup Ahmad Fanani. (ars)