Suarapena.com, SEMARANG – Ribuan warga dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan luar provinsi berkumpul di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Kota Semarang, Minggu (3/9/2023) pagi. Mereka mengikuti acara Jambore Kebangsaan dan Deklarasi Pemilu Damai 2024.
Acara ini bertujuan untuk menyuarakan pesan pemilu damai, menolak hoaks, dan menjunjung persatuan. Para peserta mengenakan pita merah putih sebagai simbol nasionalisme.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut hadir dalam acara tersebut. Ia secara simbolis menancapkan bendera merah putih ke monumen pemilu damai.
“Kita harus bersatu untuk mengawal pesta demokrasi ini. Kita harus menolak hoaks, menolak perpecahan, dan menjaga perdamaian,” ujar Ganjar.
Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, jumlah pemilih di provinsi ini dalam pemilu 2024 sebanyak 28.289.413 orang. Data tersebut terdiri dari pemilih perempuan sebanyak 14.175.520 jiwa dan pemilih laki-laki sebanyak 14.113.893 jiwa.
Dari jumlah tersebut, setidaknya 60 persen lebih, adalah mereka Generasi Milenial (lahir di tahun 1981-1996) dan Generasi Z (lahir 1997-2012).
Salah satu peserta acara, Latifah, mengatakan bahwa kaum muda memiliki peran penting dalam mengawal pemilu 2024.
“Pemilu damai ya harus jujur, adil dan jangan percaya hoaks. Karena hoaks itu kayak fitnah yang menyebar,” kata Latifah, seorang santriwati asal Gunungpati, Kota Semarang.
Warga lain, Maulida, berharap bahwa pemilu 2024 lebih damai daripada pemilu sebelumnya.
“Harapannya pemilu nanti kita bisa memilih apa yang kita yakini. Dan kalau ada informasi yang menyudutkan salah satu pihak jangan disebar dulu ya,” tuturnya. (sng)










