Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Tingkatkan Antisipasi Karhutla di Sindoro Sumbing, Ini yang Dilakukan BPBD

×

Tingkatkan Antisipasi Karhutla di Sindoro Sumbing, Ini yang Dilakukan BPBD

Sebarkan artikel ini
Jelang musim kemarau dan libur panjang, BPBD Temanggung tingkatkan antisipasi Karhutla di Sindoro-Sumbing.
Jelang musim kemarau dan libur panjang, BPBD Temanggung tingkatkan antisipasi Karhutla di Sindoro-Sumbing.

Suarapena.com, TEMANGGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya aktivitas pendakian gunung menjelang masa liburan dan memasuki musim kemarau.

Kawasan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing menjadi perhatian utama karena memiliki riwayat kebakaran hutan pada musim kemarau dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola basecamp pendakian di Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prau guna memperkuat langkah pencegahan.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperketat pemeriksaan perlengkapan pendaki serta memberikan edukasi terkait larangan menyalakan api unggun selama pendakian,” kata Totok, Rabu (10/6/2026).

Berita Terkait:  700 Ribu Pohon Ditanam di Lereng Gunung Sindoro-Sumbing

Menurut Totok, penggunaan api unggun hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat dan harus dilakukan dengan pengawasan ketat. Pendaki juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan agar tidak memicu kebakaran.

Selain itu, BPBD mengimbau para pendaki untuk membawa perlengkapan yang memadai selama melakukan pendakian. Pasalnya, suhu udara di kawasan pegunungan pada musim kemarau cenderung lebih dingin dibandingkan biasanya.

Totok menuturkan, musim kemarau yang bertepatan dengan masa liburan diperkirakan akan meningkatkan jumlah pendaki di sejumlah gunung yang berada di wilayah Temanggung.

Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena meningkatnya aktivitas manusia di kawasan pegunungan berpotensi memunculkan titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.

Berita Terkait:  Anggota Komisi IV Nilai Pendekatan Kearifan Lokal Bisa jadi Kunci dalam Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Karena itu, BPBD meminta seluruh pihak, termasuk pengelola jalur pendakian dan para pendaki, untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kawasan gunung.

“Karhutla harus dicegah sejak dini. Pada musim kemarau, kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Totok.

BPBD berharap langkah pencegahan yang dilakukan sejak awal dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan selama musim kemarau, terutama di kawasan pegunungan yang menjadi tujuan favorit para pendaki saat liburan. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca