Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Saluran Drainase Terputus, Akses Jalan Gang Kelurahan Jatisampurna Terhambat Karna Banjir Tiap Hujan

×

Saluran Drainase Terputus, Akses Jalan Gang Kelurahan Jatisampurna Terhambat Karna Banjir Tiap Hujan

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI — Kurang lebih 3 tahun lamanya pengajuan ke pemerintah setempat terusan pembuatan saluran drainase yang panjangnya sekitar 100 meter itu di gang Sariun tak kunjung terealisasi, di RT03 / RW02 Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Akibatnya tiap hujan turun di wilayah tersebut genangan air tak terelakan sampai selutut orang dewasa karna saluran drainase di Gang Sariun tersebut terputus tak dapat mengalir hingga ke hilir menuju hulu kali Cakung dekat SMPN 28 Bekasi yang di sebabkan belum ada terusan saluran drainasenya.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Saat di lokasi, salah satu warga setempat Thoyib (35) membenarkan diwilayah khususnya gang Sariun akses jalannya terputus karna banjir jika hujan turun mengguyur. “Banjirnya di jalan ini karna saluran drainasenya tidak ada terusannya hingga ke hilir kali cakung,” ungkapnya, Senin (8/5/2023).

Berita Terkait:  Lurah Jatisampurna: Surat Tugas Pegawainya Untuk Melakukan Pemantauan Dan Monitoring Pemilu 2024

“Awalnya pihak cluster dibelakang jalan yang banjir itu membuatkan saluran drainase sedalam 1 meter untuk panjang saluran sekitar 100 meter namun karna tumpukan lumpur sehingga kedalamannya tinggal 30 cm. Itu pun saluran yang di buatnya tak tersambung ke saluran lainnya Al hasil jika hujan turun air disaluran itu tidak mengalir sebagaimana mestinya,” ujar Thoyib kepada awak media.

Berita Terkait:  Bahaya, Tebing Sepanjang 100 Meter Di Kranggan Permai Jatisampurna Berpotensi Longsor

Dirinya, lanjut Thoyib menambahkan, terputusnya saluran drainase itu lantaran masih ada dua rumah didepannya belum terbongkar untuk dibuatkan salurannya. “Masih ada dua rumah didepannya belum dibuatkan terusan saluran itu, saya tidak tahu kenapa tidak diteruskan buat saluran drainasenya itu dulunya oleh pihak cluster,” katanya.

“Selain tiap tahun melakukan pengajuan melalui Musrenbang juga pernah mengajukan lewat aspirasi dewan dapil sini tapi tetap aja belum ada respon. Solusinya yang kita amati sampai sekarang adalah tetap membuat terusan saluran drainasenya agar air mengalir hingga ke hilir,” tambahnya. (Yudhi)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca