Scroll untuk baca artikel

Par-PolPendidikan

SDN Durenjaya VII Kerap Kebanjiran, Komisi IV Bergerak Cari Solusi

×

SDN Durenjaya VII Kerap Kebanjiran, Komisi IV Bergerak Cari Solusi

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI – Komisi IV DPRD Kota Bekasi tinjau lokasi SDN Durenjaya VII Bekasi Timur yang kerap mengalami banjir saat hujan turun. Dalam tinjauan ini, DPRD juga mengundang pihak terkait yakni Dinas Pendidikan Kota Bekasi, dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

“Merespon dari aduan masyarakat, terkait keluhan sekolah ini yang setiap hujan besar kerap kebanjiran, sehingga membuat proses belajar mengajar terganggu,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono, di lokasi sekolah, Senin (26/12/2022).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dalam rapat bersama pihak sekolah dan Dinas terkait, akhirnya disepakati agar dilakukan sebuah kajian. Kajian dilakukan untuk menelusuri persoalan apa yang menjadi penyebab banjir dan solusi apa saja yang sekiranya dapat dilakukan.

Berita Terkait:  Raden Eko Respons Aspirasi Atlet Muaythai dan Wushu Bekasi Soal Fasilitas Camp Dragon

Diharapakan kedepannya melalui penyelesaian masalah banjir di SDN Durenjaya VII ini maka dapat memberi kenyamanan bagi siswa yang belajar.

Tinjauan Komisi IV DPRD Kota Bekasi di SDN Durenjaya VII Bekasi Timur, Senin (26/12/2022).

“Perlu dipastikan agar proses belajar anak-anak berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Daradjat Kardono yang juga Sekretaris DPD PKS Kota Bekasi ini.

Kepala SDN Durenjaya VII Amar Amaruzaman mengungkapkan, banjir memang selalu menjadi persoalan yang dialaminya saat hujan turun. Bahkan apabila banjir menggenangi sekolah, maka anak didiknya terpaksa harus belajar di rumah.

Berita Terkait:  DPRD Bekasi Tekankan Transparansi dan Keadilan di SPMB 2025/2026

“Katanya dulu ini tanahnya rawa yang dalam, kemudian waktu pembangunan sekolah mungkin pengurugannya tidak terlalu tinggi,” kata Amar.

SDN Durenjaya VII ini memiliki enam ruang kelas ditambah ruang perpustakaan, gudang, dan laboratorium komputer. Tenaga pendidik dengan status PNS berjumlah 8 orang, 6 guru PPPK, dan 4 guru TKK. Sementara anak didiknya mencapai 365 siswa kelas I sampai kelas VI.

“Kami berharap Komisi IV mendorong agar pemerintah merealisasikan pembangunan sekolah ini,” kata kepala sekolah yang telah bertugas sejak 11 tahun lalu ini. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca