Scroll untuk baca artikel

HeadlineNews

Sebanyak 43 Santri Di Ciangsana Keracunan Makanan Nasi Kotak

×

Sebanyak 43 Santri Di Ciangsana Keracunan Makanan Nasi Kotak

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Sebanyak 43 Santriwan dan Santriwati Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu keracunan akibat nasi kotak yang diberikan oleh donatur pada Jumat (25/3) siang dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Thamrin Cileungsi. 31 santri diantaranya sudah bisa pulang dan 12 lainnya masih berada di rumah sakit hingga kini.

Awalnya, para santri diberikan nasi kotak tiap abis sholat jumat oleh donatur dan itu rutin dilakukan donatur itu sudah berjalan selama setahun lebih dalam program bantuan ‘Jumat Berkah’.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Namun, naasnya nasi kotak yang diberikan ke para santri tersebut diduga sudah tidak layak di konsumsi alhasil para santri mual dam muntah. Kemudian pihak yayasan melakukan pertolongan pertama dengan memberikan air kelapa dan susu murni kemudian dibawakan seluruh santrinya yang keracunan ke rumah sakit terdekat.

“Baru kali ini terjadi para santri keracunan oleh nasi kotak, mengenai penyebabnya, pihak Dinas Kesehatan melakui Puskesmas Ciangsana sudah membawa sample nasi kota tersebut ke laboratorium di jakarta untuk mengetahui penyebab utamanya,” ungkap Ustad Henry selaku pengelola Yayasan Yatim Piatu & Dhuafa Alam Islamy Center (AIC) di Kampung Cikeas Ilir, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/3/2022).

Masih kata Ustad Henry, saat ini pihak puskesmas ciangsana melakukan cek lanjutan kesehatan para santri yang sudah pulang dari RS.Thamrin untuk diberikan obat. “Saat ini tim Puskesmas Ciangsana buka Posko Kesehatan disini untuk terus cek kesehatan para santri hingga benar-benar sembuh,” ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala Puskesmas Ciangsana, dr.Liska Sari, saat melakukan cek kesehatan para santri mengatakan, pihak buka posko kesehatan di yayasan ini. “Kita buka posko kesehatan sekaligus cek kesehatan para santri yang terdampak keracunan makanan nasi kotak tersebut,” imbuhnya.

“Selain itu, untuk nasi kota yang di makan oleh santri itu samplenya sudah dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor ke Laboratorium yang berada di jakarta. Sample tersebut di bawa ke laboratorium untuk diketahui apa penyebabnya para santri dapat keracunan,” katanya.

Harapannya, lanjut dr.Liska Sari, dirinya berharap agar para santri sepenuhnya sehat kembali. “Dan kejadian ini agar tidak terulang kembali,” tutupnya. (Yudhi)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca